Udinese hari ini mengumumkan pemecatan pelatih Jerman Kosta Runjaic, setelah serangkaian hasil mengecewakan yang membuat klub Friulian itu hanya mengumpulkan lima poin dalam sepuluh pertandingan Serie A. Keputusan itu diambil menyusul kekalahan 2-5 melawan Roma di Stadion Bluenergy, yang menambah tekanan pada sang pelatih, yang sudah berada dalam kesulitan sejak kedatangannya. Pihak klub mengatakan dugaan penyebab utamanya adalah kurangnya poin, namun pengelolaan jendela transfer musim dingin disebut-sebut sebagai faktor yang memberatkan.

Sementara itu, Udinese sudah menunjuk pelatih baru: Paolo Zanetti, mantan pemain klub, akan dipekerjakan mulai akhir musim ini, dengan kontrak yang diperpanjang hingga 2028. Menurut sumber, Zanetti berpeluang memperbarui perannya setelah akhir musim, jika hasilnya sesuai ekspektasi klub. Pelatih yang sempat meraih kesuksesan dalam kariernya, harus menghadapi tim yang kesulitan menjaga konsistensi di lapangan.

Runjaic, yang direkrut dengan harapan bisa mengembalikan Udinese ke level yang lebih kompetitif, menghadapi sejumlah masalah, termasuk kurangnya poin dan pengelolaan bursa transfer musim dingin. Pertandingan terakhirnya melawan Roma menunjukkan kerapuhan tim, dengan dua gol kurang dari 5 poin yang diperoleh dalam sepuluh pertandingan. Udinese memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pelatih asal Jerman itu, menyisakan ruang untuk arah baru.

Zanetti yang menerima tantangan memimpin Udinese menyatakan ingin memberikan arah baru pada tim. “Saya salah mengatur bursa transfer musim dingin bersama Hellas, dan saya kecewa,” akunya, namun juga menyatakan kesediaannya untuk bekerja demi memperbaiki tim. Klub mengatakan manajer baru akan memiliki opsi untuk memperbarui kontraknya setelah akhir musim jika hasilnya memenuhi ekspektasi klub.

Masa depan Udinese masih belum pasti, namun keputusan memecat Runjaic dan mempekerjakan Zanetti merupakan awal baru bagi tim. Klub harus menghadapi tantangan membangun tim kompetitif di Serie A, dengan tujuan meningkatkan posisinya di klasemen dan mencapai hasil yang diharapkan. Musim masih terus berjalan, dan masa depan Udinese akan bergantung pada performa tim di bawah kepemimpinan Zanetti.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita