Real Madrid akan menghadapi Barcelona di CampNou tanpa satu pun pemain dari tim mudanya di starting line-up, situasi yang tidak terulang sejak Oktober 2015. Pada kesempatan terakhir di mana tim putih bermain tanpa pemain muda di sebelas pemain, pertandingan berakhir dengan kekalahan 0-4 melawan tim asuhan Ancelotti di Bernabéu, yang menjadi kenangan negatif bagi para pendukung Madrid.

Kontras antara kedua akademi terlihat jelas. Meskipun Barcelona biasanya memasukkan pemain-pemain muda dari Levante, seperti Pau Cubarsí, Lamine Yamal, Xavi Espart atau Gerard Martín, Real Madrid tidak akan memiliki satu pun pemain yang dilatih dalam sistem pemuda di starting Eleven. Dari kemungkinan pemain pengganti, hanya Álvaro Carreras dan Thiago Pitarch, yang belum melakukan debut musim ini, yang bisa memberikan pengalaman akademi. Dulu, klub putih itu pernah diperkuat sosok-sosok seperti Dani Carvajal, Nacho Fernández atau Thiago Pitarch sendiri dalam laga-laga di CampNou, namun kali ini skuatnya sepenuhnya eksternal.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti harus memutuskan strateginya tanpa kehadiran pemain muda Madrid di lapangan. Barcelona, ​​​​pada bagiannya, akan dipimpin oleh Xavi Hernández, yang telah memasukkan beberapa talenta mudanya ke dalam skuad utama. Perbedaan kepengurusan akademi terlihat langsung dari sebelas akademi yang dihadirkan ke publik.

Pertandingan ini akan menjadi duel gaya: Real Madrid, dengan pendekatan yang lebih tradisional dan skuad yang sebagian besar berpengalaman, melawan Barcelona, ​​​​yang bertaruh pada pemain muda dan kelangsungan tim mudanya. Absennya pemain muda di skuad Real Madrid menambah unsur baru dalam kontes ini, mengingatkan para penggemar akan pentingnya pelatihan internal dalam sepak bola Spanyol.

Adapun perkiraannya, hasil pertandingan ini bisa mempengaruhi persepsi efektivitas akademi kedua klub. Jika Real Madrid berhasil mengalahkan Barcelona tanpa talenta-talenta mereka yang dilatih di institusi tersebut, hal itu bisa dianggap sebagai kemenangan pengalaman atas pemain muda. Sebaliknya, kekalahan akan memperkuat gagasan bahwa tim muda adalah pilar penting untuk kesuksesan jangka panjang. Laga selanjutnya di CampNou tentunya akan menjadi acuan untuk menilai perkembangan kedua sekolah sepak bola tersebut.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita