Pertandingan hari Minggu antara Como dan Roma berakhir 0-0, dengan satu poin untuk masing-masing tim. Laga yang dilangsungkan di Sinigaglia ini diwarnai dengan momen-momen penuh ketegangan, namun tak satu pun dari kedua tim yang berhasil mengubah peluang menjadi gol sehingga skor terblok dan klasemen Serie A hampir tidak berubah.
Di awal babak pertama, Roma mendapat serangan berbahaya: Dybala berhasil lolos dari jaring pertahanan dan, berkat pola umpannya, menciptakan peluang mencetak gol yang bagus, namun sang pemain tidak mampu menemukan sudut yang tepat. Menanggapi hal tersebut, tim Como melakukan serangan balik yang menyebabkan Nico Paz mencoba melakukan tendangan lob, namun kiper Gollini memblok tembakan tersebut dengan intervensi tepat. Sementara itu, upaya Lorenzo Pellegrini membentur tiang gawang, Malen melakukan terobosan dan Caqueret menyelesaikannya dengan tembakan yang masih melebar dari tiang gawang. Babak pertama diakhiri dengan adu protes dari Como yang mempermasalahkan kontak di area antara Diao dan Wesley, namun wasit Fabbri tidak memberikan sanksi atas tindakan tersebut.
Babak kedua langsung mengalami perubahan keseimbangan. Pada menit ke-53, Malen melakukan pelanggaran terhadap Kaiki yang berujung pada pengusiran langsung Gasperini yang memprotes keputusan tersebut. VAR tidak melakukan intervensi dan pengusiran dikonfirmasi, meninggalkan Roma pada 10 melawan 11. Pada saat itu, Diao menerobos di sisi kanan dan menawarkan area untuk Perrone, yang menyelesaikan tembakannya tinggi di atas mistar gawang. Como mencoba meningkatkan tekanan dengan masuknya Jesus Rodriguez, Baturina dan Addai, namun kiper Gollini berhasil menjaga gawangnya tetap rapi. Pada menit 72, Nico Paz mencoba melepaskan tembakan jarak jauh, namun upaya tersebut kembali diblok oleh Gollini. Tendangan Jesus Rodriguez hanya melebar dari tiang gawang, namun gol tidak terwujud.
Hasil akhir 0-0 membuat Como berada di peringkat ketiga dengan 11 poin dan membuat Roma tetap dalam posisi menunggu dengan Inter tertinggal dari pemuncak klasemen. Pertandingan tersebut merupakan contoh bagaimana pemain bertahan dan penjaga gawang mampu mendominasi pertandingan, bahkan ketika tim berusaha menciptakan peluang mencetak gol. Pertandingan Como berikutnya menjanjikan akan lebih menarik, sementara Roma harus berusaha merebut kembali keunggulan di pertandingan berikutnya.
