Manchester City menderita kekalahan 4‑2 dari Paris Saint‑Germain di Stadion Etihad pada hari Rabu, namun pelatih Enzo Maresca menegaskan timnya “dekat” dengan juara bertahan Eropa. Pertandingan tersebut, yang membuat City unggul 3‑0 pada babak pertama, berakhir dengan klub Prancis tersebut mempertahankan kemenangan yang diperoleh dengan susah payah.
Performa City di babak pertama sangat eksplosif. Erling Haaland membuka skor, diikuti oleh dua gol lagi yang membawa tim tamu unggul atas penonton tuan rumah yang tercengang. Striker Jerman itu menyelesaikan pertandingan dengan dua golnya, dan tim mencatatkan 27 tembakan tepat sasaran, sebuah jumlah yang bahkan membuat manajer yang kecewa itu terkesan. Meski sempat mendominasi di awal pertandingan, City tak mampu mempertahankan keunggulannya usai jeda.
Babak kedua adalah cerita yang berbeda. PSG berkumpul kembali dan mencetak dua gol berturut-turut dengan cepat, membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan. Maresca menggambarkan pertandingan tersebut sebagai “permainan yang sedikit aneh” karena gol di babak pertama terjadi secara berurutan, sehingga menimbulkan masalah bagi City. Dia menambahkan bahwa tim berhak mendapatkan lebih di babak kedua, dengan menyatakan bahwa mereka “telah melakukan cukup banyak hal untuk mendapatkan sesuatu yang lebih.” Luis Enrique, manajer PSG, mengakui bahwa timnya “cukup beruntung” bisa bertahan dari serangan gencar, sentimen yang juga diamini oleh Maresca.
Meski kalah, Maresca tetap optimis dengan perkembangan City. Dia berkata, “Saya pikir kami berada di sana, menurut saya kami sudah dekat,” mengacu pada kesenjangan antara kedua klub. Maresca memuji dominasi PSG baru-baru ini, dengan menyatakan bahwa mereka “menjadi tim terbaik di Eropa, mereka memenangkan hampir semua pertandingan di kompetisi ini dalam dua tahun terakhir.” Ia berpendapat bahwa performa City, terutama setelah jeda, menunjukkan bahwa mereka mampu mempersempit kesenjangan tersebut.
Hasil ini membuat City masih bersaing untuk mendapatkan tempat di Liga Champions, namun kekalahan tersebut menyoroti tantangan yang mereka hadapi melawan tim papan atas. Dengan kompetisi yang masih dalam tahap awal, City akan berusaha membangun kembali momentum di pertandingan berikutnya, dengan tujuan untuk menutup jarak dari tim elit Eropa yang diyakini Maresca dapat dijangkau.
