Liverpool melaju ke perempat final Piala Carabao setelah adu penalti melawan Chelsea, dengan pertandingan berakhir 1‑1 setelah 90 menit. Pertandingan ditentukan ketika Joe Gomez mengonversi penalti penentu bagi tuan rumah, sementara pemain Chelsea Wesley Fofana gagal mengeksekusi tendangan penalti. Kemenangan tersebut menandai kekalahan ketiga bagi mantan gelandang Liverpool yang menjadi manajer Xabi Alonso di Anfield dalam pertandingan piala.
Pertandingan tersebut merupakan pertandingan dengan skor rendah yang membuat kedua tim kesulitan menghasilkan peluang berkualitas. Strategi Liverpool melibatkan rotasi besar-besaran, dengan tujuh pergantian yang mengistirahatkan pemain kunci seperti Alexander Isak, Bradley Barcola, Florian Wirtz, dan Alexis Mac Allister. Chelsea, sebaliknya, hanya melakukan empat pergantian pemain, mempertahankan sebagian besar susunan pemain reguler mereka. Meski menggunakan pendekatan yang berbeda, tidak ada tim yang mampu mengamankan keunggulan di waktu reguler, dengan satu-satunya gol tercipta dari hasil imbang 1-1 di menit-menit akhir babak pertama.
Adu penalti itu sendiri merupakan akhir dramatis dari pertandingan yang berjalan lancar. Para pengambil penalti Liverpool—Mac Allister, Isak, Gakpo, Wirtz, Barcola, dan Gomez—semuanya sukses mengonversi tendangannya. Upaya Chelsea kurang berhasil, dengan Pedro Neto, Morgan Rogers, Romeo Lavia, Jordan Henderson, dan Levi Colwill hilang atau diselamatkan. Momen penentu terjadi ketika penalti Gomez berhasil diselamatkan oleh kiper Chelsea, dan kegagalan Fofana berikutnya memastikan kemajuan Liverpool.
Pertandingan tersebut menampilkan beberapa momen ketegangan, termasuk tekel kontroversial yang dilakukan Ryan Gravenberch terhadap Moisés Caicedo yang menimbulkan pertanyaan tentang keadilan permainan. Selain itu, pemain muda, Rio Ngumoha, yang pindah dari Chelsea dua tahun sebelumnya, memberikan dampak penting dengan larinya yang energik, meski ia mendapat kartu kuning karena melakukan pelanggaran pada menit ke-50. Intensitas pertandingan semakin meningkat dengan sejarah rivalitas antar klub yang menambah suasana di Anfield.
Dengan perempat final yang sudah di depan mata, Liverpool akan berupaya memanfaatkan kemenangan ini sembari mempersiapkan pertandingan mendatang, termasuk pertandingan kandang melawan Arsenal. Chelsea, sementara itu, akan berkumpul kembali setelah kekalahan dan fokus pada tantangan kompetitif berikutnya. Kemenangan adu penalti memberi Liverpool dorongan moral dan peluang untuk melaju lebih jauh dalam kompetisi ini, sementara Chelsea perlu menilai kembali strategi mereka untuk babak berikutnya.
