Torino bersiap menantang Como dengan tujuan mengakhiri rangkaian empat kemenangan berturut-turut di Serie A, sebuah gol yang ingin diulangi oleh pelatih Lino Abate. Setelah tiga kemenangan berturut-turut melawan Udinese, Parma dan Monza, tim Granata ingin mengkonsolidasikan performanya dan mendapatkan kembali kepercayaan diri setelah musim yang penuh gejolak.
Kenangan paling menyakitkan bagi tim ini adalah pada musim 2014-15, ketika Como memberikan dua kekalahan mengejutkan kepada Torino, 5-1 dan 6-0, dalam dua pertandingan berturut-turut. Kekalahan ini meninggalkan bekas yang tak terhapuskan dalam sejarah terkini klub dan mewakili hambatan emosional yang ingin diatasi oleh Torino. Dalam periode tersebut, tim telah meraih empat kemenangan berturut-turut di bawah kepemimpinan Giampiero Ventura, dengan hasil penting melawan Cesena, Inter, Sampdoria dan Verona. Kini, dengan kepemimpinan Abate, Torino berupaya untuk menciptakan kembali kesuksesan tersebut, memanfaatkan antusiasme yang dihasilkan oleh hasil dan kemajuan terkini di lapangan.
Como, bagaimanapun, mengalami musim yang sulit di bawah manajemen Marco Baroni, yang dipecat pada bulan Februari. Tim kebobolan total sebelas gol dalam dua pertandingan melawan Torino, dengan hanya mencetak satu gol. Penampilan ini menyoroti kesulitan tim dan meninggalkan kesan negatif bagi penonton. Meskipun demikian, pemain seperti Vlasic, Simeone, Zapata dan Coco memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa Como telah berubah dan melawan reputasi mereka sebagai tim yang lemah.
Abate menggarisbawahi pentingnya menjaga kepercayaan diri dan tidak mengubah pertandingan menjadi pertandingan ulang yang sederhana. Tujuannya adalah untuk mengembangkan grup dan mengkonsolidasikan kepercayaan diri para pemain, menunjukkan bahwa Torino telah benar-benar mengubah kecepatannya. Kemenangan melawan Como akan menjadi langkah penting menuju kemenangan poker, namun tim harus mengatasi mimpi buruk masa lalu dan menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan. Oleh karena itu, pertandingan berikutnya merupakan momen krusial bagi Torino yang berupaya memantapkan posisinya di klasemen dan menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang kompetitif di Serie A.