Kembalinya Scott McTominay ke Napoli ditandai dengan hasil imbang dramatis 3-3 melawan Roma yang membuat manajer klub, Massimiliano Allegri, tampak frustrasi. Pertandingan tersebut, yang dimainkan di Stadio San Paolo, menampilkan McTominay mencetak hat‑trick, mengubah awal yang lamban menjadi pertandingan dengan skor tinggi yang akhirnya berakhir dengan jalan buntu.

Pertandingan dimulai dengan awal yang lambat bagi Partenopei. McTominay, yang absen selama sebulan penuh di bulan September karena prosedur ablasi untuk memperbaiki aritmia ringan, diberikan kesempatan bermain untuk pertama kalinya setelah serangkaian kekalahan dari Villarreal dan Venezia. Kembalinya dia pada awalnya disambut dengan hasil yang beragam, tetapi dia dengan cepat menemukan ritmenya. Pada menit ke-48, ia melakukan sundulan kuat untuk menyamakan skor, dan kemudian menambahkan gol kedua dari jarak dekat. Gol ketiga tercipta dari tendangan jarak jauh yang berhasil menaklukkan kiper Roma, memberi Napoli keunggulan 3-0 sebelum tim tamu membalaskan satu gol.

Kebangkitan Roma dipimpin oleh Matías Soulé, yang mencetak dua gol di babak kedua, dan Leonardo Balerdi, yang kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Laga tersebut menjadi ajang unjuk kebolehan menyerang kedua tim, dengan beberapa momen kecemerlangan individu. Dua gol Soulé digambarkan oleh pelatih Roma Gian Piero Gasperini sebagai “sesuatu yang gila” yang mengingatkannya pada Lionel Messi, sementara sundulan akhir Balerdi mengingatkan kualitas lini pertahanan Roma.

Reaksi Allegri terhadap hasil imbang ini sangat singkat dan tidak seperti biasanya. Setelah peluit akhir berbunyi, dia terlihat meninggalkan ruang ganti dan kemudian muncul di televisi untuk mengakui bahwa dia “tidak cukup jernih untuk mengembangkan permainan ini” untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Dia juga mengisyaratkan bahwa wasit telah memberikan perlakuan yang baik kepada Roma, sebuah klaim yang menuai kritik dari pers. Rasa frustrasi Allegri tampaknya berasal dari kurangnya disiplin di antara para pemain bertahannya, terutama setelah Sam Beukema terjatuh saat berduel dengan Balerdi, sehingga gol penyeimbang pun tercipta.

Meski bermain imbang, penampilan McTominay menjadi titik terang bagi Napoli. Ia berhasil mencetak gol pertamanya di musim Serie A setelah penantian panjang, dan tiga golnya di laga tersebut menjadi penanda potensi tim saat ia fit. Performa Napoli akhir-akhir ini tidak seimbang, dengan lima kekalahan dalam sembilan pertandingan pertama mereka di semua kompetisi. Namun, kepercayaan diri klub diperkuat oleh kemenangan mereka di Liga Champions atas Bodø/Glimt, di mana McTominay juga mencetak gol.

Pertandingan tersebut juga menyoroti kebutuhan Napoli untuk menjaga fokus dan disiplin jika ingin mendaki klasemen Serie A. Dengan pengaruh McTominay, klub secara realistis bisa menantang finis empat besar, namun hal itu membutuhkan konsistensi dan arahan taktis yang lebih jelas dari Allegri. Pertandingan berikutnya akan menguji apakah Napoli dapat menerjemahkan energi dari hasil imbang ini menjadi kesuksesan berkelanjutan di kompetisi domestik dan Eropa.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita