Manchester United menderita kekalahan kandang 2-0 yang suram dari Chelsea pada hari Sabtu, hasil yang memperdalam keraguan atas masa depan klub dan menyoroti krisis yang berkembang di bawah kepemilikan Glazer. Kekalahan tersebut, yang membuat United tidak pernah menang dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, membuat tim berada di peringkat ke-13 dan semakin mengungkap kelemahan pertahanan yang mengganggu tim sejak kepergian Erik tenHag.

Pertandingan ini merupakan pertandingan sepihak sejak awal. Serangan Chelsea, dipimpin oleh ColePalmer dan MoisésCaicedo, menekan United sejak peluit pertama. Lini tengah United kesulitan menahan transisi cepat The Blues, dan serangan balik mereka sebagian besar tidak efektif. Peluang yang terlewatkan bagi United datang lebih awal ketika SenneLammens melepaskan tembakan dari DannyNélson, namun bola dengan cepat dihalau dan tim Chelsea tetap mempertahankan kendali. Gol pertama terjadi di babak kedua ketika MorganRogers, mantan striker United, melewati pertahanan dan menyelesaikannya dengan tembakan rendah untuk memberi Chelsea keunggulan 1-0.

Masalah United diperparah dengan kartu merah untuk LisandroMartínez. Pemain Argentina itu dikeluarkan dari lapangan setelah kebobolan penalti yang memungkinkan ColePalmer mencetak gol kedua, mendorong Chelsea ke posisi keempat di liga. Pemecatan Martínez membuat United hanya bermain dengan sepuluh pemain di 25 menit terakhir, dan tim kesulitan menghadapi tantangan serius. Insiden tersebut juga menggarisbawahi kritik bahwa rekrutmen United tidak efektif, dengan banyak penggemar berpendapat bahwa Martínez seharusnya dijual sejak lama.

Kekalahan tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian hasil buruk yang membuat manajer United, Michael Carrick, semakin mendapat sorotan. Carrick, yang telah memimpin sejak pemecatan tenHag, mendapat tepuk tangan dari beberapa penggemar sepanjang waktu, namun sentimen keseluruhannya adalah rasa frustrasi. Penampilan klub melawan Chelsea mencerminkan kekalahan sebelumnya dari Bournemouth, di mana United gagal memanfaatkan peluang dan kembali terguncang.

Ke depan, United akan menghadapi Roma pada hari Selasa, sebuah pertandingan yang bisa menjadi penentu kedudukan klub. Dengan performa saat ini dan ancaman perubahan manajerial, tim perlu berkumpul kembali dengan cepat. Kekalahan dari Chelsea menambah tekanan yang semakin besar terhadap petinggi klub, dan para suporter menyerukan tindakan tegas untuk membalikkan kemerosotan yang membuat United terjerumus ke dalam situasi seperti pertarungan degradasi.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita