Matteo Lavelli membuat sejarah bagi Inter pada akhir pekan, melalui aksi menentukan yang membawa kemenangan melawan Fiorentina. Striker muda ini, yang akan berusia 20 tahun pada tanggal 8 Desember, membagikan gambaran paling signifikan dari pertandingan tersebut di media sosialnya: memasuki lapangan menggantikan Barella lima menit sebelum pertandingan berakhir dan aksi terburu-buru yang memaksa penalti Zielinski berhasil dikonversi. Penampilannya menegaskan pertumbuhannya dalam tim dan menarik perhatian pelatih Gian Piero Chivu, yang memasukkannya ke dalam departemen senior untuk pertandingan tengah pekan melawan Venezia.
Lavelli sudah menjalani debut resminya di Serie A pada bulan Januari, saat ia bermain melawan Bologna. Sejak saat itu pelatih asal Rumania tersebut mampu memanfaatkan momen yang tepat untuk memunculkan talenta-talenta muda, seperti yang terjadi pada Pio Esposito dan Kamate. Dalam kasus Lavelli, pilihan taktis Chivu bertujuan untuk membuat pemain muda tersebut keluar dari bangku cadangan, menggantikan gelandang Vanoli dan memungkinkannya untuk menunjukkan potensinya di depan para pendukung Nerazzurri. Keputusan tersebut diambil pada momen krusial pertandingan, saat Inter berada dalam kesulitan dan membutuhkan terobosan.
Jalan Lavelli menuju tim utama tidaklah mudah. Setelah memulai karirnya di Vibe Ronchese, ia bermain untuk Monza dan Renate sebelum bergabung dengan tim muda Inter. Pada tahun 2024, pemuda tersebut menderita meningitis parah, yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama lebih dari sebulan. Meski mengalami kesulitan, Lavelli kembali ke lapangan dan terbukti menjadi pemain penuh tekad yang siap memberikan segalanya untuk timnya.
Di antara pencapaian terpentingnya adalah hat-trick melawan Roma bersama tim U-18 pada Maret 2024 dan partisipasinya dalam kemenangan melawan Fiorentina. Lavelli mengatakan dia lebih menyukai serangan dua orang, tetapi juga menyatakan rasa hormatnya terhadap Cristiano Ronaldo sebagai idola. Di lapangan, anak muda ini dipanggil "Pocho" oleh para penggemarnya, mengacu pada potongan rambut dan kemiripannya dengan mantan striker Argentina Lavezzi.
Dengan jadwal pertandingan melawan Venezia, Lavelli akan memiliki kesempatan untuk lebih menunjukkan nilainya dan mengkonsolidasikan posisinya di tim. Pertumbuhannya diikuti dengan cermat oleh para penggemar dan media, dan masa depan pemuda ini tampak menjanjikan bagi Inter.
