Enzo Bucchioni, komentator terkenal Radio TMW, mengutarakan pendapatnya tentang kasus Kevin DeBruyne saat wawancara di Tuttomercatoweb.com. Sang jurnalis menyatakan bahwa ia berada di pihak pelatih Allegri, menggarisbawahi bahwa, terlepas dari ketenaran sang pemain, penting bagi seorang profesional untuk beradaptasi dengan arahan pelatih, terutama ketika klub sudah menghadapi banyak kesulitan di ruang ganti. Bucchioni menambahkan, peran Allegri adalah mengelola permasalahan internal dan menghindari ketegangan lebih lanjut, mengajak para pemain untuk berkolaborasi menyelesaikan permasalahan yang ada.
Sementara itu, SerieA terus menampilkan berbagai kisah persaingan dan perubahan arah. Juventus mencapai terobosan di Vigo berkat dua gol KoloMuani, meski penyerang tengah tersebut tidak dianggap sebagai "penyerang tengah" klasik tetapi lebih sebagai striker pendukung. Bucchioni menyatakan keraguannya mengenai pilihan penyerang "ringan" dan menyarankan agar Lazio kembali fokus pada gelandang yang lebih sentral, untuk menjamin kepastian dan stabilitas di lapangan.
Di lini depan Milan, talenta muda Camarda masih dalam tahap pengembangan. Komentator mencatat bahwa pemain tersebut, yang baru berusia 18 tahun, belum siap untuk mencapai level tertinggi, menyoroti perlunya pendekatan sepakbola yang berbeda dan tim yang bermain untuknya. Demikian pula, Inter sedang mengevaluasi bertahannya Martinez di bawah mistar, menyadari bahwa sang kiper masih menghadirkan kesulitan dan bahwa klub harus memutuskan apakah akan melatihnya dalam waktu singkat, sehingga memberikan ketenangan pikiran yang lebih besar.
Mengenai pekan Eropa, Bucchioni memuji Roma atas level permainan mereka, namun mengkritik Como yang sepertinya sudah kehilangan kesenangan bermain. Ia juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap penampilan Fabregas, dan menyebutnya sebagai "fenomena yang terlalu banyak berubah". Secara umum, ia menilai Juventus di bawah kepemimpinan Spalletti terlihat sudah menguasai grup, sedangkan Milan masih membutuhkan waktu untuk berkembang.
Terakhir, komentator menutup wawancara dengan mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan kedisiplinan, baik bagi pemain maupun manajer, guna menjamin keberhasilan tim di kejuaraan yang semakin kompetitif.