Celta asuhan Vigo mendapat pukulan telak di Liga Europa, ketika Juventus mencetak gol penentu di masa tambahan waktu, meninggalkan klub Spanyol itu dengan hasil negatif dalam laga yang dimainkan dalam suasana ketegangan dan ekspektasi besar. Pelatih Claudio Giraldez mengungkapkan kekecewaannya, menyebut kekalahan itu sebagai "kekejaman" dan mengakui bahwa dua kesalahannya membuka jalan bagi gol lawan.
Dalam wawancaranya dengan UEFA, Giraldez menunjukkan kepuasan terhadap kinerja tim secara keseluruhan, menggarisbawahi bahwa Celta menunjukkan komitmen luar biasa di semua fase pertandingan. “Kami bermain bagus, tapi ada saat-saat di mana kami seharusnya bermain dengan lebih banyak kebebasan dan mengambil lebih banyak risiko,” katanya, menunjukkan bahwa tim mengalami beberapa masalah terutama di babak pertama.
Hasil yang membuat Celta tanpa poin dalam dua laga terakhirnya menjadi pukulan telak bagi tim dalam upaya mempertahankan posisinya di kompetisi tersebut. Giraldez mengenang pentingnya mewaspadai posisi dan tantangan yang muncul, terutama saat menghadapi lawan papan atas seperti Juventus. Ia juga menyoroti atmosfer luar biasa yang tercipta selama pertandingan dan rasa bangga bisa mengikuti kompetisi untuk kedua musim berturut-turut.
Meski kalah, Giraldez tetap bersikap positif dan menggarisbawahi bahwa Celta telah menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level Eropa dan pelajaran yang didapat akan berguna untuk tantangan berikutnya. Pelatih menutup wawancara dengan ajakan untuk tidak kehilangan harga diri dan terus berupaya meningkatkan performa klub secara keseluruhan.
Langkah Celta selanjutnya adalah meninjau kembali strategi mereka dan memperkuat area kritis, guna menghindari kesalahan serupa terulang di masa depan. Tim harus fokus pada pertandingan berikutnya untuk memulihkan poin yang hilang dan mengkonsolidasikan posisi mereka di kompetisi Eropa.
