Pada hari Minggu pukul 18.30, pertandingan antara Inter dan Venezia berlangsung di stadion Penzo, dengan Inter asuhan Cristian Chivu berusaha memulihkan posisi mereka di klasemen setelah kemenangan baru-baru ini dari Roma dan Lazio. Pertandingan tersebut menampilkan Inter dalam formasi 3-5-2, dengan Chivu memilih untuk memberikan peran menyerang kepada HugoThuram dan pemain muda MarcoBonny. Di lini pertahanan, kiper Provedel dipastikan, dengan Bisseck, Bastoni dan Carlos Augusto sebagai bek sayap, sedangkan sayap ditempati oleh DiOuf, Sucic, Stankovic, Zielinski dan Dimarco. Lini tengah dipimpin oleh Sucic dan Zielinski, dengan Stankovic bertugas menjadi perantara di lini tengah.
Venezia, yang dilatih oleh Davide Nicola, memilih struktur 3‑5‑2 dengan AleksandarStankovic di lini tengah, menghadapi saudaranya FilipStankovic di lini depan. Pertahanan dilakukan oleh Halhal, Moreno dan JuanJesus, sedangkan sayap ditempati oleh Hainaut, KikePerez, Sohm, Helgason dan Mazzocchi. Provedel tetap menjaga gawang, dengan Bisseck, Bastoni dan Carlos Augusto di bangku cadangan. Pelatih memilih Lauberbach sebagai penyerang, dengan Adams di sampingnya, dan memberikan debut kepada Mazzocchi sejak menit pertama. Di lini tengah, Basic diistirahatkan, sedangkan KikePerez, Sohm, dan Helgason bertugas menopang tim di lini tengah.
Di antara kejutan yang dilakukan pelatih Venezia tersebut, pilihan Lauberbach di lini depan membangkitkan rasa penasaran, begitu pula keputusan untuk memasukkan Mazzocchi ke lapangan sejak menit pertama dalam formasi 3-5-2. Venezia juga mempunyai 96 pemain yang duduk di bangku cadangan, termasuk Montipò, Schingtienne, Haps, Busio, Rrahmani, FanneDabo, Yeboah, Bella‑Kotchap, Sagrado, Basic, Dagasso, Duncan, Lisman dan Fernandez.
Untuk Inter, bangku cadangan diisi oleh 1J.Martinez, 12DiGennaro, 20Calhanoglu, 22Mkhitaryan, 23Barella, 25Akanji, 46Bovio, 48Mosconi, 51Jakirovic, 53Lavelli, 94Esposito dan 99Spence. Pilihan Chivu yang mempercayakan peran striker kepada Thuram dan Bonny mencerminkan keinginan memperbarui barisan juara, sedangkan kehadiran Stankovic di lini tengah menyoroti pentingnya keseimbangan lini tengah.
Hasil akhir pertandingan tidak diberitakan dalam artikel, namun pertandingan tersebut merupakan kesempatan penting untuk evaluasi bagi kedua tim, terutama bagi Inter yang harus memperbaiki posisi di klasemen. Dengan musim yang masih panjang, pilihan taktik dan rotasi pemain akan terus menjadi tema sentral bagi para pelatih Venezia dan Inter.