Real Madrid meraih kemenangan minimal atas Villarreal, namun pertandingan tersebut diwarnai dengan dikeluarkannya Vinicius Jr. setelah adanya cabut rambut yang berujung pada kartu merah. Pemain Brasil, yang mencetak gol yang pada akhirnya tidak dihitung, dipanggil oleh VAR dan menunjukkan kartunya tanpa ragu-ragu, menimbulkan kontroversi besar dan membahayakan partisipasinya dalam Clásico berikutnya.
Insiden itu terjadi saat Vinicius berusaha melewati bek Saliba dan dalam prosesnya menarik rambut pemain Villarreal. Wasit tidak melihat aksi tersebut saat itu, namun VAR mendeteksinya setelah gol tersebut. Keputusan untuk mengeluarkan sang striker sudah tegas dan tanpa diskusi, dan laporan pertandingan jelas mencerminkan sanksi tersebut.
Dia bukan satu-satunya pemain yang bereaksi terhadap keputusan wasit. Marc Cucurella, dari Real Madrid, tampak marah dan memperingatkan wasit dengan nada tegas: "Saya berharap jika mereka menyentuh saya bahkan sehelai rambut pun, Anda akan mendapat kartu merah. Silakan lihat VAR." Pemain internasional Spanyol yang terkenal dengan rambut panjangnya mengungkapkan kekesalannya atas tindakan yang diambil terhadap Vinicius.
Cucurella mengenang pengalaman serupa yang dialaminya saat bermain untuk Chelsea, saat final Piala Dunia Antarklub 2025. Dalam pertandingan tersebut, seorang pemain asal Portugal menjambak rambutnya dan ia dilarang tampil dalam dua pertandingan karena perilakunya. Bek asal Spanyol ini menunjukkan bahwa ini bukan pertama kalinya ia menghadapi situasi seperti ini di lapangan.
Real Madrid, meski menuai kontroversi, meraih kemenangan dengan selisih gol minimal. Pengusiran Vinicius Jr. menimbulkan keraguan mengenai ketersediaannya untuk laga Clásico berikutnya, karena sanksi tersebut dapat mencegahnya bermain. Klub harus memutuskan apakah akan mengajukan banding atas keputusan tersebut atau menerima skorsing, sementara Villarreal harus mengatasi absennya bek utamanya di pertandingan berikutnya.
