Wayne Rooney, mantan kapten Manchester United, kembali angkat suara di tengah krisis yang dialami klub Inggris tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan jaringan “The United Stand”, veteran berusia 41 tahun itu dengan keras mengkritik skuad saat ini, menyebutnya “egois” dan menuduhnya “menipu pelatih terbaik.” Menurut Rooney, minimnya komitmen dan sikap para pemain menjadi penyebab terpuruknya tim baik di Liga Inggris maupun Liga Champions.
Komentar tersebut muncul setelah kekalahan pahit United 4‑1 melawan Como di Italia, hasil yang menempatkan klub di zona degradasi hanya dengan selisih satu poin. Rekor buruk tersebut tercermin di tabel domestik, di mana tim tersebut telah kalah lima kali dari delapan pertandingan terakhirnya. Di tengah situasi ini, para penggemar dan media telah mencari penjelasan, dan sang legenda klub sendiri memutuskan untuk turun tangan.
“Mereka adalah orang-orang egois yang berperilaku seperti anak-anak,” kata Rooney. "Saya adalah pemain yang bisa mencetak gol dan memiliki kualitas teknis tertentu, tapi setidaknya saya banyak berlari, bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk tim, bahkan ketika keadaan menjadi sulit. Namun para pemain ini tidak melakukan itu." Mantan pemain Everton itu menambahkan, meski sudah berlatih di bawah arahan pelatih tingkat tinggi, para pemain belum menunjukkan upaya yang diperlukan untuk membenarkan seragam yang mereka kenakan. “Mereka telah bekerja dengan pelatih tingkat tinggi dan selalu tertipu,” lanjutnya.
Rooney pun mengungkapkan keinginannya untuk masuk ke ruang ganti dan menghadapi rekan satu timnya. "Saya ingin masuk ke ruang ganti, mengumpulkan mereka semua dan berkata, 'Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu pikir kamu pantas mengenakan jersey itu?' Saya ingin menghajar mereka, karena mereka sama sekali tidak melakukan apa pun." Menurut mantan pemain tersebut, kurangnya dedikasi menyebabkan para penggemar berbalik menentangnya dan klub kehilangan kredibilitas seperti dulu.
Pesan Rooney datang di saat kritis bagi Manchester United yang sangat membutuhkan perubahan mentalitas dan kembali ke nilai-nilai yang menjadikannya hebat. Manajemen klub belum memberikan komentar resmi mengenai wawancara tersebut, namun tekanan terhadap staf pelatih dan skuad semakin meningkat. Yang jelas, menurut legenda klub itu sendiri, tim harus menunjukkan bahwa seragam itu memiliki arti dan para pemain mau bekerja keras untuk mencapainya. Fase berikutnya akan sangat penting untuk memutuskan apakah United berhasil membalikkan kemerosotan mereka atau krisis ini berlanjut melampaui musim ini.