Emil Audero, kiper Rayo Vallecano, mengungkapkan kepada Gianluca Di Marzio latar belakang potensi kembalinya ke Juventus di musim panas. Menurut sang bek, Juventus telah mempertimbangkan pencalonannya bersama dengan penjaga gawang lainnya, namun negosiasi tersebut gagal karena alasan yang tidak diketahui. Audero menjelaskan bahwa dia menunggu untuk memahami solusi mana yang paling cocok, berlatih untuk siap mengambil keputusan apa pun.
Sang pemain kemudian mengingat kembali masa-masanya di Inter, dan menggambarkannya sebagai "babak lain yang sangat indah". Ia menggarisbawahi keakrabannya dengan rekan satu tim seperti Barella, Dimarco dan Bastoni, yang sudah memiliki sejarah panjang bersamanya sejak tim U-15. Audero memuji kualitas ruang ganti dan rekan satu tim, mendefinisikan Inter sebagai klub yang "mengekspresikan sepakbola terbaik yang pernah saya lihat". Ia juga membandingkan tim Inzaghi dengan tim Allegri, menyoroti perbedaan antara pendekatan kolektif dan pendekatan yang lebih individual. Meski puas dengan pengalaman tersebut, ia mengakui bahwa ia merasa masa depannya tidak akan terlalu positif, namun ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan menjadi bagian dari tim dan debut di Liga Champions.
Mengenai situasinya saat ini, Audero menjelaskan bahwa pasar berubah drastis ketika Como membeli Sanchez tanpa memberi tahu dirinya. Langkah ini mengubah rencananya, memaksanya untuk mengevaluasi pilihan-pilihan baru. Dia menerima tawaran dari Rayo Vallecano, meski tidak mengenal klub tersebut, dan mengatakan dia senang dengan pilihan tersebut. Sang penjaga gawang memuji kota Madrid dan suasana kekeluargaan di klub tersebut, dengan menyebutnya "sangat rendah hati, bersemangat, dan terhubung dengan masyarakat".
Masa depan Audero kini nampaknya berakar pada tim baru Spanyolnya, di mana ia akan terus mengembangkan kariernya. Klub Spanyol telah terbukti menjadi lingkungan yang sesuai dengan gayanya, dan sang kiper siap berkontribusi untuk kesuksesan Rayo Vallecano di kejuaraan mendatang.
