Milan mengakhiri laga melawan Salzburg dengan skor telak 0-4, membawa Rossoneri kembali bersaing memperebutkan posisi delapan besar fase grup Liga Europa. Kemenangan ditentukan dalam waktu 49 menit oleh hat-trick Alphadjo Cisse yang dalam usia 19 tahun 358 hari menjadi pesepakbola Italia termuda yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di kompetisi Eropa.
Cisse yang dibeli Milan sebelum kedatangannya di Italia telah menunjukkan bakat luar biasa. Gelandang serang muda yang masih bermain di Serie B beberapa bulan lalu ini mencetak tiga gol berturut-turut dengan mengandalkan kombinasi kecepatan dan presisi. Pelatih asal Portugal Ruben Amorim menggarisbawahi kerendahan hati sang pemain dan menyatakan bahwa ia tidak ingin mengambil pujian atas ledakan Cisse, yang terbukti menjadi elemen kunci tim.
Sementara itu, Gonçalo Ramos berkontribusi terhadap kesuksesan Milan dengan masuk ke lapangan setelah satu jam bermain menggantikan Francesco Camarda. Pemain Portugal itu mencetak gol 12 menit setelah masuk, menunjukkan bahwa ia akhirnya mendapatkan peluang setelah pertandingan pertamanya melawan Venezia, di mana ia tidak mencetak gol. Penampilan Ramos mendapat sambutan positif, terutama setelah kritik yang diterimanya di beberapa pertandingan pertama.
Pertandingan ini juga memiliki sorotan lain: Luka Modric kembali ke Liga Europa setelah 15 tahun, sementara Filippo Terracciano dikeluarkan dari lapangan pada menit-menit terakhir karena pelanggaran orang terakhir. Meski Milan kalah melawan Benfica bulan sebelumnya, kemenangan melawan Salzburg memulihkan kepercayaan tim dan memperkuat posisi mereka di tabel liga.
Dengan kemenangan tersebut, Milan bersiap menghadapi laga selanjutnya. Minggu akan dilanjutkan dengan pertandingan melawan Atalanta yang mengalahkan Pafos di Liga Konferensi namun kehilangan Raspadori karena cedera. Selanjutnya, Milan akan menghadapi Bournemouth di ajang Conference League, di mana tim Inggris sudah meraih dua kemenangan di laga sebelumnya. Klub tetap fokus untuk mempertahankan performa terbaiknya dan memanfaatkan dorongan Cisse dan Ramos untuk terus maju ke kompetisi Eropa dengan percaya diri.
