HansiFlick kembali menelan dua kekalahan beruntun, situasi yang baru terjadi tiga kali sejak kedatangannya di Barcelona pada musim panas 2024. Dua kekalahan terakhir yang terjadi pada Februari 2026 melibatkan Atlético de Madrid di Copa del Rey dan Girona di LaLiga, sehingga soliditas tim asuhannya dipertanyakan.
Sejak awal musim 2024-25, Barca telah menderita empat kekalahan berturut-turut di bawah Flick, namun tidak ada yang seberat kekalahan saat ini. Pasangan kekalahan pertama terjadi pada bulan Desember 2024, ketika tim kalah 0‑1 melawan Leganés dan 1‑2 melawan Atlético de Madrid, kedua pertandingan dimainkan di kandang sendiri. Dalam 23 pertandingan sebelumnya, klub menderita empat kekalahan lainnya: 2-1 melawan Monaco, 4-2 melawan Osasuna, 1-0 melawan Real Sociedad dan 1-2 melawan Las Palmas, juga di stadionnya.
Dari kekalahan ganda pertama itu, Barcelona mencatatkan rekor mengesankan yaitu 20 kemenangan dan empat kali seri di semua turnamen, termasuk Liga, Liga Champions, dan Piala. Satu-satunya kemunduran yang signifikan adalah hasil imbang 3-1 melawan Borussia Dortmund di perempat final Eropa, meskipun Barca memenangkan leg pertama dengan skor 4-0. Meski mengalami kemunduran, tim memenangkan Liga, Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey di bawah arahan Flick.
Pada musim 2025-26, Barca kembali tersandung dua kali berturut-turut pada bulan Oktober, kalah 1-2 dari PSG di kandang dan 4-1 dari Sevilla sebagai tim tamu. Responsnya singkat, hanya dengan dua kemenangan sebelum Real Madrid mengalahkan mereka 2‑1 di Bernabéu. Sejak itu, tim telah mempertahankan rekor beberapa hari tanpa kekalahan.
Kekalahan ganda terakhir terjadi pada bulan Februari, ketika Barcelona kalah 4-0 melawan Atlético di Copa del Rey dan 2-1 di stadion Girona di LaLiga. Setelah hasil tersebut, Barca berhasil sembilan pertandingan tanpa kalah, dengan delapan kemenangan dan satu kali seri, sebelum Atlético mengejutkan mereka 0-2 di leg pertama Liga Champions. Di leg kedua, Barcelona nyaris bangkit, namun hasil akhir tidak dicantumkan dalam pernyataan.
Dengan musim yang masih berlangsung, Barcelona harus mengkonsolidasikan posisinya di LaLiga dan Liga Champions setelah dua kemunduran tersebut. Fase jadwal berikutnya akan mencakup pertandingan penentuan melawan lawan berlevel tinggi, dan staf pelatih Flick harus menyesuaikan taktik untuk mencegah tim kembali mengalami kekalahan beruntun.