Paolo Condò mengungkapkan kekecewaannya terhadap penampilan Randal KoloMuani dalam wawancaranya di Corriere della Sera, dan menggarisbawahi bahwa pemain Prancis itu tampaknya semakin buruk daripada membaik. Sang jurnalis menyoroti paradoks SerieA di mana jumlah gol meningkat secara signifikan, dari 182 di awal musim menjadi 241 saat ini, sementara Juventus terus kesulitan menemukan striker yang efektif.
Menurut Condò, Juventus telah membuat kemajuan di area lain: kiper Vicario telah mengkonsolidasikan pertahanan dan DouglasLuiz mulai menguasai lini tengah. Namun, serangan tetap menjadi titik kritis, dengan manajer Gianluca Spalletti harus mencari solusi untuk mengembalikan KoloMuani ke performa terbaiknya. Sang jurnalis menyatakan bahwa "Spalletti tidak dapat menciptakan wild card lagi" dan tim harus menemukan striker yang dapat diandalkan untuk melanjutkan pemulihan.
Ujian berikutnya bagi Juventus adalah Genoa, tim yang memiliki salah satu pertahanan paling solid di antara tim-tim yang berada di dasar klasemen. Condò menggambarkan pertahanan rossoblù sebagai "yang terbaik" di antara tim-tim di area tersebut, sehingga tantangan yang dihadapi tim asuhan Spalletti semakin berat. Oleh karena itu, pelatih harus menemukan cara untuk mengatasi kesulitan defensif ini dan pada saat yang sama meningkatkan produksi ofensif.
Singkatnya, Juventus telah mengalami kemajuan di lini pertahanan dan lini tengah, namun serangan masih menjadi titik lemah. Pertemuan berikutnya dengan Genoa akan menjadi penentu untuk melihat apakah Spalletti dapat menemukan striker yang mampu membawa tim kembali ke level kompetitif. Hasil pertandingan ini dapat menunjukkan apakah Juventus mampu mengatasi kesulitan menyerang dan mengkonsolidasikan posisinya di tabel liga.