Brighton mengamankan kemenangan 2‑0 atas Sunderland di Stadium of Light pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menjaga Seagulls tetap berada di urutan ketiga dalam tabel Liga Premier. Kemenangan tersebut menandai pertandingan liga ketiga berturut-turut Brighton tanpa kebobolan, rekor beruntun yang dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Arsenal sebelum jeda internasional. Meski bermain dengan sepuluh pemain di 35 menit terakhir, penampilan Brighton tetap dominan lewat gol-gol MaximDeCuyper dan pemain pengganti JaouenHadjam.
Laga dibuka dengan sejumlah peluang bagi Sunderland, namun maestro lini tengah Brighton PascalGross mendikte tempo sejak awal. Kontribusi signifikan pertama Gross datang pada menit ke-45+2 ketika ia melepaskan tendangan bebas melengkung ke dalam kotak penalti, menyiapkan sundulan dari PascalStruijk yang tidak terkawal. Gol pertama The Seagulls tercipta pada menit ke-53 ketika DeCuyper, yang berada di area penalti, menyelesaikan tembakan mendatar melewati kiper Sunderland Roefs setelah melakukan lemparan ke dalam yang jauh. Gol tersebut merupakan bukti kemampuan Brighton memanfaatkan bola mati dan serangan balik cepat.
Hanya empat menit berselang, pertandingan berubah dramatis. Wasit ThomasBramall, setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee, langsung mengeluarkan kartu merah kepada Struijk karena melakukan tekel terhadap striker Sunderland Wilson Isidor. Keputusan tersebut tetap ditegakkan meskipun ada kritik dari mantan wasit Liga Premier MikeDean, yang menggambarkan kartu merah tersebut “sangat keras” dan mempertanyakan keterlibatan VAR. Pengusiran tersebut membuat Brighton harus memainkan sisa 35 menit dengan sepuluh pemain, namun struktur dan ketenangan tim memastikan mereka jarang mendapat masalah.
Di masa tambahan waktu, Brighton memastikan kemenangan melalui gol kedua pemain pengganti Hadjam. Sebuah serangan balik yang tepat waktu membuat Rutter menahan bola sebelum memberikan bola kepada Hadjam, yang melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan bawah. Gol tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Brighton dan mengukuhkan posisi mereka di peringkat ketiga, hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen.
Soliditas pertahanan Brighton dan penyelesaian akhir yang efisien terlihat sepenuhnya, bahkan setelah kehilangan seorang bek. Kemampuan tim untuk mempertahankan clean sheet melawan tim Sunderland yang tampil bagus di awal musim menunjukkan disiplin taktis mereka. Dengan Premier League yang masih dalam tahap awal, tantangan Brighton berikutnya adalah mempertahankan level performa ini saat mereka berupaya memperkecil jarak ke puncak klasemen.
