Levante dan Atlético de Madrid bertemu di Ciutat de Valencia dengan tanda solidaritas yang menandai hari itu. Sebelum pertandingan dimulai, dilakukan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang 69 orang yang tewas dalam kecelakaan kereta api yang terjadi Rabu lalu di Urda, Toledo. Acara tersebut, yang diperluas ke semua pertandingan musim ini, mengikuti preseden yang terjadi selama pertandingan antara Villarreal dan Espanyol, di mana penghormatan juga diberikan kepada para korban bencana.
Keheningan hadir di stadion dan di fasilitas klub. Para pemain kedua tim, serta staf pelatih, mengenakan ban lengan berwarna hitam sebagai tanda duka dan rasa hormat. Gerakan ini dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan organisasi-organisasi yang mendukung keluarga-keluarga yang terkena dampak, memperkuat pentingnya komunitas dan empati pada saat terjadi tragedi.
Atlético de Madrid telah memulai peringatan tersebut di sesi latihan dan kantornya, dengan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum setiap sesi. Tindakan internal ini direplikasi di stadion, menunjukkan kesatuan klub dalam menghadapi tragedi. Levante juga berpartisipasi secara aktif, menunjukkan solidaritasnya terhadap para korban dan keluarga mereka.
Pertandingan yang digelar dalam suasana saling menghormati ini berakhir dengan skor yang tidak disebutkan dalam laporan, namun fokus utamanya adalah penghormatan. Pemimpin kedua tim mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk memberikan penghormatan dan menekankan perlunya menjaga kenangan itu tetap hidup. Diharapkan bahwa Liga akan melanjutkan praktik ini di pertandingan-pertandingan mendatang, mengingat mereka yang terkena dampak dan memperkuat rasa kebersamaan dalam sepak bola Spanyol.