KhvichaKvaratskhelia, pemain sayap Georgia ParisSaint-Germain, tidak akan berpartisipasi dalam upacara Ballond'Or yang akan digelar Senin malam ini di London. Pemain yang sedianya berada di Doha untuk menjalani operasi lutut, memilih memprioritaskan pemulihan kesehatannya dibandingkan menghadiri acara tersebut.
Pemain sayap itu mengalami robekan ligamen saat pertandingan melawan FC Barcelona, memaksanya menjalani operasi di Doha. Menurut informasi yang dipublikasikan FootMercato, keputusan untuk tidak melakukan perjalanan ke London diambil setelah janji medisnya habis. Dengan demikian, kehadiran Kvaratskhelia di malam London kini dikecualikan, yang menandai perubahan mendadak dalam program pemain Paris tersebut.
PSG tidak akan sepenuhnya kehilangan perwakilannya di London. Ousmane Dembélé, yang telah mengkonfirmasi kehadirannya, akan menghadiri upacara tersebut menggantikan rekan setimnya yang berasal dari Georgia. Namun, beberapa pemain lain dari delegasi Paris akan melewatkan acara tersebut, yang akan memberikan tampilan tim yang berbeda dari yang direncanakan sebelumnya.
Bagi Kvaratskhelia, operasi di Doha dan tahap pertama pemulihannya kini menjadi prioritas utama. Cedera yang diderita saat melawan Barcelona menyoroti pentingnya kesehatan di atas segala pertimbangan lainnya. Sang pemain harus menjalani proses rehabilitasi yang panjang sebelum bisa mempertimbangkan untuk kembali berkompetisi.
Keputusan Kvaratskhelia bertahan di Doha menggarisbawahi komitmen klub Paris tersebut terhadap kesehatan para pemainnya. PSG kini menunggu hasil intervensi dan pemantauan medis untuk menentukan langkah selanjutnya dalam karier pemain Georgia itu.
