Barcelona menghadapi Real Betis dalam pertandingan yang berakhir 3‑2 untuk kemenangan tim hijau putih, di Stadion La Cartuja. Meski kalah, tim asuhan HansiFlick menunjukkan serangan aktif dan permainan transisi yang memungkinkan mereka mencetak dua gol, meski beberapa kali pertahanan kewalahan oleh serangan balik Betis.
Pertemuan dimulai dengan ritme yang intens. Barça tried to impose their game, but Betis took advantage of the spaces created by the rival's high pressing. Pada menit ke-12, LamineYamal membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh yang meluncur ke pojok atas, dan tim hijau putih mempertahankan keunggulan sepanjang babak pertama. At 30 minutes, Barça managed to tie thanks to a goal from EricGarcia, who joined the game after GerardMartín left due to discomfort. The second half became a real back-and-forth, with both teams alternating opportunities.
Gol Betis pada menit ke-54 yang dicetak GabrielJesus kembali membawa tim unggul. Barcelona membalas lewat gol Rodri yang memanfaatkan umpan silang untuk mencetak gol pada menit ke-70. Namun Betis kembali unggul pada menit ke-80 lewat gol Adeyemi yang memanfaatkan permainan melimpah di sayap kanan. Barca mencoba bereaksi, namun waktu hampir habis dan skor tetap pada 3‑2.
Sepanjang pertandingan, HansiFlick tetap tenang dan mengubah taktik bila diperlukan. Sang pelatih memberikan posisi awal kepada pemain-pemain kunci seperti Rodri dan EricGarcia, yang menunjukkan visi permainan yang baik dan kapasitas pemulihan yang membantu membatasi kesalahan pertahanan. Meski kalah, Barcelona menunjukkan performa ofensif yang solid, dengan beberapa peluang mencetak gol dan organisasi yang baik di lini tengah.
Dengan hasil ini, Real Betis tetap berada di puncak klasemen, sementara Barcelona kembali ke zona kualifikasi. Pertandingan Barca berikutnya adalah melawan Atlético de Madrid, di mana mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali posisi mereka di liga dan menunjukkan bahwa kekalahan melawan Betis bukanlah cerminan dari level mereka.
