Kemenangan drama adu penalti Fleetwood Town atas Arsenal pada hari Selasa dipuji sebagai salah satu momen paling mengejutkan dalam sejarah Piala Liga. Klub Liga Dua itu menyingkirkan juara bertahan Premier League, yang tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan liga dan Liga Champions musim itu, dalam pertandingan yang berakhir 1‑1 setelah perpanjangan waktu dan 4‑3 melalui adu penalti.
The Gunners membuka skor pada menit ke-21 ketika Aaron Loupalo‑Bi melewati Marli Salmon dan melepaskan tembakan melewati kaki kiper Illan Meslier. Arsenal merespons lima menit memasuki babak kedua ketika Viktor Gyökeres menyamakan kedudukan, dan pertandingan didominasi oleh tim Liga Premier untuk sebagian besar sisa pertandingan. Terlepas dari kendali mereka, The Gunners gagal menemukan pemenang di waktu reguler, memaksa pertandingan menjadi adu penalti.
Penjaga gawang Fleetwood, Jay Lynch, melakukan dua penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan yang menggagalkan upaya Bruno Guimarães, yang gagal mengeksekusi penalti di Piala Dunia awal tahun itu. Adu penalti berakhir 4‑3 untuk kemenangan Fleetwood ketika bek remaja Conor Haughey dengan tenang melakukan tendangan penalti kemenangan. Kemenangan tersebut, yang membuat Cod Army mengalahkan tim yang berada 84 peringkat di atas mereka dalam piramida Inggris, telah mendorong klub untuk merayakan apa yang mereka anggap sebagai kemenangan bersejarah.
Manajer Matt Lawlor mengakui bahwa tim belum berlatih penalti, dengan mengatakan, "Kami belum pernah berlatih satu kali pun dalam hal penalti. Saya tidak akan berbohong; kami belum melakukan persiapan yang cermat." Meskipun kurangnya persiapan, ketenangan para pemain dan kepahlawanan penjaga gawang membawa klub ini lolos. Kemenangan Fleetwood kini menambah daftar momen mematikan di kompetisi ini, termasuk hasil imbang 2‑2 Grimsby Town dengan Manchester United pada tahun 2025, kemenangan 1‑0 Southend United atas United pada tahun 2006, dan kekalahan 4‑0 MK Dons atas Manchester United pada tahun 2014.
Pertandingan tersebut juga diwarnai dengan beberapa insiden kacau: seorang pemain berusia 16 tahun dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-85 setelah melakukan pelanggaran fisik, dan sebuah drone terbang di atas lapangan pada menit kedua, menyebabkan penghentian selama delapan menit. Suasananya sangat menarik, dengan para penggemar di teras bersorak setelah penalti penentu Haughey.
Kemenangan Fleetwood akan dikenang sebagai bukti ketidakpastian sepakbola piala. Para pemain dan pendukung klub kemungkinan besar akan menantikan babak berikutnya, di mana mereka akan menghadapi tantangan baru, sementara Arsenal akan berkumpul kembali untuk melanjutkan upaya mempertahankan gelar mereka di Liga Premier dan Liga Champions.
