Liverpool melaju ke perempat final Piala Fizzy setelah adu penalti dramatis melawan Chelsea, dengan kegagalan striker Wesley Fofana memastikan kemenangan. Pertandingan tersebut, yang dimainkan pada hari Rabu, menampilkan kedua manajer melakukan sebelas perubahan secara gabungan, namun kepercayaan diri Liverpool tetap tak tergoyahkan saat mereka mengalahkan Chelsea 5‑4 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1‑1 di waktu reguler.

Adu penalti menambah tiga nama lagi ke dalam daftar pemain Chelsea yang gagal mengeksekusi penalti melawan Liverpool selama dua dekade terakhir. Arjen Robben, Geremi, Tammy Abraham, César Azpilicueta, Mason Mount dan kiper Kepa Arrizabalaga semuanya absen dalam pertemuan sebelumnya. Malam ini, striker Argentina Valentín Barco, penyerang Nigeria Emanuel Emegha dan Fofana bergabung dalam daftar pemain yang gagal. Upaya Fofana membentur kaca depan pengendara yang lewat di Walton Breck Road, momen yang membuat pelatih Xabi Alonso berkomentar bahwa “inilah sepak bola, ini adalah bagian dari tugas kami,” sebelum mengakui bahwa adu penalti relatif tidak penting dalam hierarki trofi klub.

Komentar Alonso menuai kritik karena tampaknya mengabaikan kompetisi tersebut, yang sebelumnya digambarkan sebagai “setara gravitasi nol” di masa lalu. Dia juga menghadapi sorotan atas keputusannya untuk tidak menurunkan Estêvão yang berusia 19 tahun, seorang talenta muda Brasil yang hanya mengumpulkan 172 menit di bawah pengawasannya. “Saya memahami situasinya dan dia pasti bisa lebih bahagia,” kata Alonso, sambil menambahkan bahwa Estêvão pada akhirnya akan mendapatkan kesempatannya.

Sementara itu, manajer Chelsea dituduh menghina Estêvão dan tampak kecewa di bangku cadangan saat tim kesulitan memanfaatkan peluang mereka. Kekalahan ini membuat Chelsea harus berkumpul kembali saat mereka bersiap untuk pertandingan berikutnya, sementara Liverpool menantikan pertandingan kandang melawan Bournemouth di perempat final. Alonso mengakui bahwa pertandingan melawan Bournemouth akan menjadi pertandingan yang “istimewa” mengingat keakraban dan performa terkini mereka, meskipun ia menyatakan keengganan pribadi untuk menghadapi mereka lagi.

Piala Fizzy, yang sering dianggap sebagai kompetisi tingkat bawah, akan mempertemukan Liverpool menghadapi Bournemouth dalam reuni yang berpotensi canggung bagi mantan manajer Andoni Iraola. Meskipun piala ini terbilang sederhana, kemajuan yang diraih Liverpool membuat mereka tetap unggul di semua lini, dan klub kini akan fokus pada perempat final mendatang sambil juga mengelola komitmen di kompetisi lain.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita