Jurnalis Giovanni Armanini, berbicara dalam siaran Radio TMW di Tuttomercatoweb, mengungkapkan pendapatnya mengenai kasus Manchester City, menggarisbawahi pentingnya reaksi para penggemar dan potensi dampaknya terhadap sepak bola Inggris dan Eropa.
Armanini mencatat bahwa, pada hari Minggu, pendukung City muncul di tribun dengan membawa pisang, sebuah sikap yang mengingatkan tradisi tahun 1980-an dan, menurutnya, melambangkan kesetiaan tanpa syarat terhadap tim. “Meskipun ada kekhawatiran, sepak bola adalah permainan penuh gairah dan reaksi ini patut dipuji,” katanya. Ia juga menyoroti betapa solidaritas suporter diapresiasi, padahal tudingan tanggung jawab kerap menyasar suporter, bukan pemain atau klub.
Mengenai prosedur hukumnya, Armanini menjelaskan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap banding dan setelah upaya tawar-menawar yang gagal, masalah tersebut akan dibawa ke pengadilan biasa. “Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya, mengantisipasi bahwa hukuman terakhir akan dijatuhkan antara bulan Februari dan Maret, dengan kemungkinan adanya banding lebih lanjut.
Pakar tersebut juga menyoroti bagaimana situasi City dapat berdampak lebih luas pada sistem regulasi sepak bola. “Jika Liga Premier gagal memberikan keadilan transparan dalam 20 tahun, para penggemar akan kehilangan kepercayaan terhadap kompetisi,” katanya. Dalam konteks ini, Armanini memperkirakan bahwa keputusan yang mendukung banding dapat membawa perubahan signifikan tidak hanya di Liga Premier tetapi juga di tingkat Eropa, di mana perbedaan turnover antar klub dapat mempengaruhi hasil secara drastis.
Terakhir, Armanini menyimpulkan, apapun hasilnya, kasus Manchester City merupakan titik balik bagi sepak bola Inggris. “Klub telah mengeluarkan dana seperti banyak klub lainnya, namun jika tuduhan pelanggaran terbukti benar, peraturan perlu ditinjau ulang untuk memastikan keadilan yang nyata,” katanya. Langkah selanjutnya adalah mendengarkan banding dan, selanjutnya, hukuman yang, menurut ahli, dapat secara radikal mengubah lanskap kompetitif sepak bola Eropa.
