Manajer Fulham Álvaro Arbeloa telah dijatuhi sanksi oleh FA menyusul komentarnya setelah pertandingan dengan Manchester United, yang membuat masa depannya di klub dipertanyakan. Pihak berwenang telah menjatuhkan denda sebesar 30.000 euro dan peringatan resmi, dengan alasan bahwa pernyataan Arbeloa “tidak pantas dan cukup serius untuk membenarkan hukuman finansial.” Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa, meskipun tindakan tersebut merugikan sepak bola, namun tidak dianggap perlu untuk menerapkan diskualifikasi olahraga, mengingat tindakan tersebut merupakan pelanggaran pertama.
Insiden itu terjadi ketika Fulham, yang berada di zona degradasi dengan hanya dua poin setelah enam pertandingan, mengkritik wasit Fernando Gabarró setelah kalah 2‑1 dari Manchester United. Arbeloa menyatakan bahwa “mereka tidak akan membiarkan Manchester United kalah di sini”, sebuah ungkapan yang ditafsirkan FA sebagai provokasi terhadap tim wasit. Sanksi tersebut mencerminkan tekanan yang semakin besar terhadap sang pelatih, yang kinerjanya dipertanyakan baik oleh hasil maupun persepsi manajemennya di Liga Inggris.
Fulham, yang telah merekrut pemain seperti Gonzalo, Palacios dan Manuel Ángel dengan harapan dapat meningkatkan performanya, sedang menghadapi momen kritis. Para ahli dan pers Inggris sudah mendiskusikan kemungkinan penggantinya, menyoroti Thomas Frank sebagai salah satu opsi paling menjanjikan. Meskipun berada dalam tekanan, Arbeloa masih memiliki pertandingan yang menentukan melawan Hull City dan Coventry City yang baru dipromosikan, yang akan memberinya kesempatan untuk membalikkan keadaan dan menghindari degradasi.
Klub telah menolak tuduhan FA, dengan alasan bahwa peringatan tersebut tidak mencerminkan keseriusan komentar Arbeloa. Namun, sanksi finansial dan peringatan resmi menyoroti perlunya pelatih mengubah perilakunya di lapangan. Masa depan Arbeloa di Fulham masih belum pasti, dan tekanan dari media dan penggemar akan terus meningkat seiring perjuangan tim untuk bertahan di Liga Premier.
