Real Madrid memenangkan Clasico 2-1 melawan FC Barcelona, hasil yang menyoroti kinerja MarcCucurella yang dipuji atas perannya yang berperan 'membekap' LamineYamal. Pers Spanyol juga menekankan cara sisi kiri menetralisir pemain sayap Catalan, membuat permainannya sangat membosankan meskipun ekspektasi tinggi terhadap pemain muda tersebut.
Laga yang berlangsung di Camp Nou ini didominasi Real Madrid berkat efisiensi Kylian Mbappé dan soliditas pertahanan para pemainnya. Yamal yang sudah meninggalkan sesuatu yang diinginkan pada laga melawan PSG di Parc des Princes, gagal menciptakan peluang atau mengganggu permainan Real. Satu-satunya peluang yang dia lewatkan di babak pertama tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Para jurnalis menekankan bahwa Yamal tidak pernah berhasil mempengaruhi pertemuan tersebut, atau menyebabkan ketidakseimbangan yang biasanya mampu ia lakukan.
Penampilan Cucurella digambarkan sebagai "penyiksa sejati" bagi Yamal. Menurut harian Madrid, sang bek memanfaatkan pengetahuannya tentang pemain Catalan, yang ia kenal baik sejak mereka bersama di tim nasional. Dia mempertahankan kontak konstan, mencetak gol secara agresif dan terkadang mencapai batasnya, tanpa menerima sanksi apa pun dari wasit. Pendekatan ini mampu memutus salah satu sumber kreativitas utama Barca, sehingga berkontribusi pada kemenangan Madrid.
Pertandingan berlangsung beberapa jam sebelum upacara Ballon d'Or di London, di mana Yamal menjadi salah satu favorit, bersama Mbappé dan HarryKane. Penampilannya yang buruk di Clasico, bagaimanapun, mencoreng citranya, saat Real Madrid mengkonsolidasikan keunggulan mereka di klasemen. Para ahli menekankan bahwa menguasai koridor Yamal adalah salah satu kunci kesuksesan Madrid, dan strategi Cucurella membuahkan hasil dengan mencegah pemain Catalan itu terbang.
Kesimpulannya, Real Madrid memenangkan pertarungan yang menentukan melawan Barca, berkat pertahanan yang kokoh dan permainan menyerang yang efektif. Penampilan Cucurella dipuji sebagai faktor utama dalam kemenangan ini, sementara Yamal harus pulih dari kekecewaan ini menjelang upacara Ballon d'Or dan tantangan musim mendatang.
