Juventus mengakhiri pertandingan mereka melawan Cagliari dengan hasil imbang, 1‑1, berkat gol Daniel Maldini pada jam ke-20 dan gol penyeimbang dari KoloMuani segera setelah jeda. Hasilnya, yang membuat rossoblù harus menghadapi performa ofensif yang lesu, disertai dengan serangkaian episode yang menjadi ciri pertandingan tersebut.
Di babak pertama, Cagliari lebih banyak menguasai bola, namun kemampuannya menciptakan peluang konkrit masih terbatas. Para penyerang González dan Conceição berusaha menyerang dari jauh tanpa hasil, sementara Juventus menunjukkan soliditas pertahanan dan memanfaatkan beberapa peluang yang tercipta. Gol Cagliari tercipta ketika Maldini, gol keempatnya di liga, diakhiri dengan tembakan akurat yang melewati kiper Caprile. Gol tersebut membuat pertahanan muda Spalletti kesulitan, yang harus menghadapi reaksi tidak jelas dari para pemainnya.
Di awal babak kedua Juventus memasukkan dua wajah baru, Alajbegovic dan Zhegrova, yang memberikan tenaga segar di lini serang. Spalletti memutuskan untuk memasukkan Woltemade bersama dengan MuMan, menciptakan aliansi yang membuahkan hasil langsung: pemain Prancis itu memanfaatkan assist dari Woltemade untuk mencetak gol melalui sundulan, menjadikan pertandingan menjadi 1‑1. MuMan kemudian kembali menyerang, namun tendangannya membentur tiang gawang, membuat para pendukung terdiam.
Meski Juventus terus menekan dalam serangan, tim tidak terorganisir dan kesulitan menciptakan peluang mencetak gol. Di penghujung pertandingan, ketegangan meningkat ketika Spalletti dan Pisacane dikeluarkan dari lapangan karena memprotes keputusan wasit. Wasit Marcenaro kemudian mengakhiri pertandingan dengan hasil 1‑1, sehingga pemain kedua tim harus merenungkan performa dan perolehan poin.
