Atlético de Madrid dan Deportivo de la Coruña saling berhadapan pada hari Sabtu di Metropolitano, dan pertandingan tersebut ditandai dengan gerakan yang bergema di luar bola: para pemain tim lokal menyanyikan lagu merah putih dari bangku cadangan sebelum memasuki lapangan. Di antara mereka yang berpartisipasi adalah Giuliano Simeone, Alexander Sorloth dan Obed Vargas yang dengan antusias menyanyikan lagu yang merayakan identitas klub.
Momen tersebut terjadi ketika pemain kedua tim terjun ke dalam lapangan. Di bangku cadangan Atlético, ketiga pesepakbola tak segan-segan ikut bernyanyi, menunjukkan ikatan yang kuat dengan fans dan tradisi klub. Giuliano Simeone, khususnya, menonjol karena energi dan semangatnya, mengingat bahwa sejak ia masih kecil ia telah melakukan perjalanan dari negaranya untuk menghadiri pelatihan dan melihat ayahnya, mantan pemain dan sekarang pelatih tim. Ikatan personal dengan merah putih ini tercermin dari dedikasinya baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pertandingan yang digelar di Metropolitano ini merupakan contoh atmosfer khas Atlético, dimana kesetiaan dan rasa memiliki adalah nilai-nilai yang fundamental. Menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan tidak hanya memperkuat identitas tim, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah dan budaya yang dibawa oleh para pemain.
Meski hasil pertandingan tidak disebutkan dalam teks, namun gestur para pemain menjadi gambaran paling menonjol dalam pertandingan tersebut, menggarisbawahi pentingnya persatuan dan kebanggaan yang menjadi ciri Atlético de Madrid. Dengan episode ini, klub menegaskan kembali komitmennya terhadap akarnya dan hubungan dengan para penggemarnya, baik di kota maupun di luar negeri.