Manchester City menderita kekalahan 4‑2 dari Paris Saint‑Germain di Stadion Etihad pada hari Rabu, hasil yang memberikan kejutan di Liga Champions dan membuat Pep Guardiola menyaksikan dari tribun saat timnya berjuang untuk menahan tim Prancis. Pertandingan tersebut, yang menandai penampilan pertama City di kompetisi ini sejak putusan bersalah Liga Premier baru-baru ini, berakhir dengan Erling Haaland mencetak dua gol untuk tuan rumah sementara serangan PSG, yang dipimpin oleh DesireDoué, Ousmane Dembélé dan Vitinha, mendominasi babak pertama.

Tim Perancis membuka skor lebih awal, dengan Doué mencetak gol dari jarak jauh pada menit ke-13, diikuti dengan tindak lanjut cepat dari Dembele hanya 99 detik kemudian. Vitinha menambahkan gol ketiga pada menit ke-32, memberi PSG keunggulan 3-0 sebelum jeda. Respons City terjadi di babak kedua, dengan Haaland menyamakan skor pada menit ke-53 dan menambahkan gol kedua pada menit ke-75, membawa tuan rumah kembali bermain dan membuat skor menjadi terhormat. Meskipun mampu bangkit, serangan awal tim tamu terbukti menentukan, dan kesalahan penanganan yang buruk yang dilakukan Gianluigi Donnarumma pada menit ke-62 membuat Maghnes Akliouche mencetak gol keempat untuk PSG.

Manajer City, Enzo Maresca, merefleksikan sifat kacau permainan tersebut, dan mencatat bahwa dua gol awal dari PSG “menciptakan masalah” dan bahwa tim harus menyesuaikan diri di babak kedua. Dia mengakui bahwa meski tuan rumah “mati dalam permainan” pada awalnya, mereka berhasil menciptakan banyak peluang di kemudian hari, meskipun mereka “kehilangan sedikit keseimbangan” di babak pertama. Maresca menyatakan keyakinannya bahwa City dapat menandingi PSG di pertemuan mendatang, menekankan perlunya tim untuk lebih agresif dan “berhadap-hadapan” dengan lawan.

Kekalahan ini sangat berarti bagi City, yang saat ini terlibat dalam tuduhan pelanggaran aturan keuangan di tingkat domestik. Kehadiran Guardiola pada pertandingan tersebut, bersama para eksekutif klub seperti Chairman Khaldoon Al Mubarak dan Chief Executive Ferran Soriano, menggarisbawahi tekad klub untuk menunjukkan persatuan dan ketahanan di tengah pengawasan ketat. Meski kalah, performa City di babak kedua menunjukkan kualitas dan potensi bangkit dari kemunduran.

Bagi PSG, kemenangan tersebut mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim terkuat di Eropa, setelah mengamankan tiga dari empat gelar Liga Champions terakhir. Kemenangan tersebut juga menandai kemenangan pertama mereka musim ini di hadapan penonton tuan rumah, sebuah dorongan bagi kepercayaan diri klub saat mereka melanjutkan kampanye mereka. Pertandingan tersebut menyoroti gaya yang kontras dari kedua klub: dominasi awal PSG dan kebangkitan City yang terlambat.

Ke depan, City akan berusaha untuk berkumpul kembali dan mengatasi masalah yang muncul di babak pertama, sementara PSG akan berusaha membangun awal yang kuat dan mempertahankan momentum. Hasil ini memberi pelajaran bagi kedua tim saat mereka menjalani sisa babak penyisihan grup Liga Champions.

Sky SportsArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita