Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique berbicara pada konferensi pers usai pertandingan dramatis antara Olympique Marseille dan Le Havre. Pemain Phocaean, yang tertinggal 4-0, melihat lawan mereka bangkit kembali menjadi 4–3, memicu keheranan dan diskusi tentang kemungkinan “comeback”. Pelatih asal Spanyol, yang tidak mengikuti keseluruhan pertandingan, menanggapinya dengan sedikit ironi, mengingat bahwa istilah “remontada” tidak sepenuhnya sesuai dengan situasi, karena itu adalah comeback parsial yang sederhana. Dia bercanda, menambahkan: “Ah… hampir kembali.” » Komentarnya menyoroti fakta bahwa, meskipun Le Havre berupaya, mereka tidak berhasil membalikkan skor sepenuhnya.
Dalam sambutannya, Luis Enrique mengapresiasi kinerja Le Havre dan menegaskan bahwa tim Norman berhak mendapatkan poin lebih di peringkat tersebut. Dia menyoroti kemampuan Le Havre dalam memanfaatkan sayap dan memperbanyak umpan silang, sebuah aspek yang harus diwaspadai PSG pada pertandingan berikutnya melawan klub Saint-Germain. Di sisi lain, ia juga mengingat kesulitan yang biasa dihadapi Le Havre saat melawan OM, yang sebagian menjelaskan situasi pertemuan tersebut.
Bagi pendukung Marseille, kembalinya Le Havre menjadi sumber kekhawatiran, namun OM akhirnya berhasil mempertahankan kemenangan 4–3 mereka. Pertandingan diwarnai momen tensi, terutama kebobolan tiga gol di penghujung pertandingan yang membuat Bruno Genesio kesal. Meski mengalami kejadian tersebut, OM mampu menikmati kemenangan, meski penampilan Le Havre meninggalkan kesan mendalam.
Luis Enrique menutupnya dengan memberi hormat kepada Le Havre atas usahanya, sekaligus mengingatkan bahwa PSG harus tetap waspada menghadapi konfrontasi berikutnya. “Hampir kembalinya” Le Havre akan tetap menjadi bahan diskusi di kalangan pendukung dan media, menggambarkan sifat sepak bola Prancis yang tidak dapat diprediksi. Sementara itu, OM sedang mempersiapkan tantangan berikutnya, sementara PSG harus fokus mempertahankan sayap untuk menghindari terulangnya situasi serupa.
