Juventus meraih kemenangan krusial melawan Napoli, namun pelatih Luciano Spalletti mengungkapkan rasa frustrasinya atas kesulitan yang dihadapi, dengan menggarisbawahi bahwa timnya saat ini berada di peringkat ke-13. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Spalletti memuji tekad para pemainnya, menyatakan bahwa mereka menunjukkan "keinginan untuk kembali ke permainan" dan berjuang dengan duel dan lari untuk rekan satu tim mereka, sehingga berhasil meraih kemenangan yang pantas.
Menurut Spalletti, kunci suksesnya bukan terletak pada taktik yang kaku, melainkan pada kemampuan berduel, memulihkan jarak yang tidak terlihat, dan menjaga tekanan tetap tinggi, terutama di babak kedua. Ia mengenang, jika tim gagal mengambil langkah pertama, maka kesulitannya akan meningkat secara signifikan, terutama jika ada yang turun ke posisi lebih rendah seperti saat ini. Manajer juga menyebutkan pentingnya memiliki pemain yang fit, mengutip kurangnya Sarr pada malam itu dan kebutuhan untuk mencari alternatif untuk peran tersebut, meskipun tidak memiliki banyak pilihan yang tersedia.
Selama pertandingan, Spalletti mencatat bahwa Napoli mengambil kendali pertandingan, namun Juventus berhasil bangkit berkat intervensi hebat dari Vicario dan gol penentu dari Alajbegovic. Ia juga menyoroti kontribusi Boga, Zhegrova, dan Gatti yang menjadi pembeda. Sang pelatih menyatakan bahwa dirinya melakukan refleksi bersama Massimiliano, menggarisbawahi bahwa tidak ada ketegangan di antara keduanya dan kerja sama tim tetap menjadi hal yang mendasar.
Sedangkan untuk tim, Spalletti menyatakan keraguannya terhadap peran McKennie dan mengakui penampilan Cabal yang luar biasa, namun menegaskan kembali perlunya mengontrol pemain dan menjaga disiplin. Ia pun menyebut kemungkinan perubahan organisasi di lapangan, terutama memanfaatkan kekuatan McKennie dan Alajbegovic di babak kedua.
Terakhir, sang pelatih menegaskan kembali bahwa Juventus harus memenangkan kejuaraan, namun menyadari bahwa tim sedang dalam kesulitan dan perlu memulihkan pemain-pemain kunci untuk memperbaiki situasi. Ia menutup konferensi dengan menggarisbawahi pentingnya dukungan suporter dan kemauan berani tampil di lapangan, agar tim bisa terus bersaing memperebutkan gelar juara.