Pertandingan antara Venezia dan Inter yang dimainkan di Penzo tadi malam diwarnai dengan serangkaian keputusan kontroversial yang memicu protes baik dari tim laguna maupun publik. Wasit Luca Pairetto, dengan bantuan VAR, mengatur permainan selama 90 menit dengan banyak intervensi yang terjadi. Yang paling banyak dibicarakan adalah kegagalan memberikan penalti untuk Venezia setelah Bisseck melakukan pelanggaran terhadap Lauerback di area penalti. Direktur pertandingan bagian Nichelino menolak memberikan sanksi atas tindakan tersebut, sebuah keputusan yang menimbulkan kemarahan seluruh klub, khususnya gelandang JuanJesus.
JuanJesus, mantan pemain Inter antara tahun 2012 dan 2016, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya di media sosial. Menurut pemain Brasil itu, "pelanggaran yang begitu nyata, dengan semua kamera tersedia, tidak bisa luput dari perhatian. Jika VAR tidak mengoreksi insiden tersebut, sepak bola yang bersih dan kredibel hanya akan menjadi slogan". Pemain tersebut juga menggarisbawahi nilai grup tersebut, menyatakan bahwa dia "lebih bangga dan lebih yakin terhadap grup ini". Ia menambahkan, meski hasilnya tidak sesuai harapan, Venezia “pantas mendapatkan lebih” atas performa yang ditunjukkan di lapangan.
Dalam konteks pertandingan, keputusan wasit sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan, Venezia menghadapi kerugian yang tidak dapat dikompensasi dengan baik. Intervensi VAR hanya terbatas pada beberapa kasus, sehingga membuat banyak penonton dan pemain Venezia merasa diperlakukan tidak adil. Seluruh tim mengungkapkan kekecewaan mereka, namun juga menyatakan bahwa mereka akan terus berjuang dengan "lebih banyak rasa lapar dan tekad".
Hasil akhir tersebut membuat Venezia berada pada posisi yang kurang menguntungkan di klasemen, sementara Inter memantapkan posisinya dalam perburuan gelar juara. Ke depannya, klub laguna ini sudah mengumumkan akan terus berusaha meningkatkan performanya, dengan tetap menjaga kepercayaan diri terhadap kemampuannya dalam membangun tim yang kompetitif. Pertandingan tersebut tetap menjadi contoh bagaimana keputusan wasit dapat mempengaruhi hasil pertandingan secara signifikan dan bagaimana pemain dan tim bereaksi terhadap perselisihan tersebut.