Tragedi kereta api yang terjadi pagi ini antara Los Yebenes dan Urda, dekat Toledo, menyebabkan tewasnya beberapa orang dan luka-luka lainnya, dengan sedikitnya 400 penumpang terlibat dalam kedua kereta tersebut. Insiden yang berujung pada penangguhan pertandingan Copa del Rey itu menuai reaksi keras di media sosial, terutama dari bek Atletico Madrid, Marcos Llorente.

Dalam postingannya di Instagram, Llorente melontarkan kritik langsung kepada Menteri Transportasi, Mobilitas, dan Agenda Perkotaan Spanyol, Óscar Puente. Pemain tersebut meminta menteri untuk "mengesampingkan Twitter" dan fokus pada pekerjaannya, menekankan bahwa dalam situasi yang melibatkan nyawa manusia, menteri harus menunjukkan "rasa tanggung jawab, keseriusan, komitmen terhadap keselamatan dan rasa hormat". Llorente menuduh Puente berperilaku seperti "anak laki-laki berusia tiga belas tahun" di media sosial, bukannya mengambil tanggung jawab atas perannya.

Pesan Llorente juga disampaikan oleh Morata, pemain Atletico Madrid lainnya, yang memperkuat kritik terhadap menteri tersebut. Pemain bertahan tersebut mengungkapkan rasa frustrasinya atas kurangnya komitmen Puente, dan menyebutnya sebagai "bencana mutlak" dalam hal keselamatan kereta api. Llorente juga berpendapat bahwa, seperti yang sering terjadi, menteri mungkin mencoba menyalahkan orang lain daripada mengatasi masalahnya.

Tragedi ini berdampak langsung pada kalender olahraga: pertandingan Copa del Rey ditangguhkan selama tiga hari, sambil menunggu analisis lebih mendalam mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Otoritas perkeretaapian telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan tanggung jawab dan mengevaluasi tindakan perbaikan yang harus diambil untuk menghindari kecelakaan serupa di masa depan.

Untuk saat ini, perhatian tetap terfokus pada penanganan krisis dan mencari solusi yang menjamin keselamatan penumpang. Menteri Puente dipanggil untuk menjawab pertanyaan media, sementara otoritas terkait akan terus memantau situasi. Sementara itu, para pendukung dan pemain Atletico Madrid menunggu situasi teratasi dan sepak bola dapat melanjutkan aktivitas normalnya.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita