Real Madrid telah mengonfirmasi bahwa penyerang Brasil Vinicius Júnior tidak akan dapat berpartisipasi dalam Clásico berikutnya melawan Barcelona, yang dijadwalkan pada 25 Oktober. Keputusan tersebut karena sanksi yang dijatuhkan setelah kartu merah langsung yang diterimanya pada pertandingan melawan Villarreal, di mana, setelah permainan kontroversial, Vinicius akhirnya mencetak gol untuk tim putih.
Saat bertanding melawan Villarreal, Vinicius langsung mendapat kartu merah setelah menarik rambut Jules Koundé, yang berujung pada pengusiran sang pemain. Federasi Sepak Bola Spanyol telah menetapkan sang pemain harus absen dalam dua hingga tiga pertandingan, sesuai peraturan disiplin. Real Madrid telah menerima tindakan tersebut dan telah memulai proses banding, dengan harapan sanksi tersebut dapat dikurangi. Namun, pihak klub menyadari bahwa peluang keberhasilan dalam banding tersebut rendah, mengingat kejelasan keputusan kompetisi.
Klub telah menyampaikan bahwa, meskipun ada banding, ketidakhadiran Vinicius di Classic dianggap tidak bisa dihindari. Manajemen teknis telah mengindikasikan bahwa tim harus mencari alternatif untuk menutupi posisi penyerang, karena pemain adalah bagian kunci dalam serangan Madrid. Sang pelatih telah menyatakan keprihatinannya atas kehilangan pemain penting tersebut, namun menekankan perlunya beradaptasi dengan situasi.
Soal persiapan tim, Real Madrid akan tetap melanjutkan permainan seperti biasa, namun tanpa kehadiran Vinicius di tengah serangan. Pelatih diharapkan melakukan penyesuaian pada starting lineup serta strategi menekan dan menyerang balik. Klub juga telah mengindikasikan bahwa banding akan diajukan ke komisi disiplin, namun prioritasnya adalah fokus pada kinerja para pemain yang tersedia.
Dengan semakin dekatnya Clásico, Real Madrid harus menghadapi tantangan bersaing tanpa salah satu pencetak gol terbanyaknya. Absennya Vinicius mungkin akan mempengaruhi dinamika pertandingan, namun tim memiliki skuat yang besar dan bertalenta yang mampu mengimbangi kekurangan tersebut. Pertandingan berikutnya di Camp Nou akan menjadi momen penentu bagi klub, yang akan berusaha mempertahankan posisinya dalam perebutan gelar sambil menanggung konsekuensi dari sanksi disiplin.
