Pelatih Portugal José Mourinho dan gelandang Prancis Enzo Tchouaméni bertemu di ruang pers stadion Olimpiade di Roma sebelum duel Liga Champions melawan Real Madrid, yang dijadwalkan pada Rabu pukul 21.00. Pertemuan tersebut, yang disiarkan secara langsung, merupakan penampilan publik pertama Mourinho setelah pertandingan akhir pekan melawan Villarreal, di mana tim Madrid dibuat frustrasi dengan keputusan wasit yang dianggap merugikan oleh sang pelatih.
Mourinho, yang kembali ke kota di mana ia memenangkan Liga Konferensi dan mencapai final Liga Europa, menggambarkan Roma sebagai tempat yang “istimewa” dan mengungkapkan kegembiraannya untuk kembali berkompetisi di stadion tersebut. Soal persiapan, sang pelatih menyatakan bahwa timnya “hebat” dan tekanan Liga Champions terasa baik di dalam maupun di luar lapangan. Meskipun ada ketegangan, Mourinho tetap menjaga sikap profesional, menekankan bahwa kepentingan klub dan para pemain selalu diutamakan daripada kepentingannya sendiri.
Dalam wawancara tersebut, Tchouaméni berbicara tentang rasa frustrasi kolektif terhadap keputusan arbitrase, meskipun ia menghindari menjelaskan secara rinci. Keduanya berbagi visi bahwa laga melawan Real Madrid adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas Roma setelah bermain imbang 0-0 dengan Fenerbahçe dan kemenangan 2-1 atas Inter di Bernabéu. Gelandang Prancis ini juga menyoroti pentingnya tetap tenang dan fokus, dengan menekankan bahwa tim harus “bermain dengan sangat baik” dan memanfaatkan motivasi para penggemarnya untuk maju dalam kompetisi.
Topik wasit berulang kali muncul dalam perbincangan. Mourinho menyatakan ketidakpercayaannya ketika para wasit bertemu dalam waktu singkat, dan Tchouaméni setuju bahwa komunikasi dengan otoritas wasit di Spanyol biasanya tidak terlalu langsung. Keduanya menekankan perlunya wasit bertindak secara transparan dan agar pertandingan dimainkan tanpa gangguan yang tidak dapat dibenarkan.
Menjelang pertandingan, Mourinho menyimpulkan bahwa tujuan utamanya adalah memenangkan pertandingan dan melaju ke babak perempat final, meski ia juga menunjukkan minat terhadap kemungkinan Roma mencapai babak semifinal. Pelatih mengingatkan bahwa tim telah menunjukkan kemampuannya untuk bersaing dengan tim-tim terbaik Italia dan, dengan persiapan yang matang, mereka dapat melampaui Real Madrid. Langkah selanjutnya adalah laga Liga Champions, di mana Roma akan mencoba mengkonsolidasikan posisinya di klasemen dan terus mencari kejayaan Eropa.
