Manchester United sekali lagi menjadi pusat kontroversi yang melibatkan gelandang Portugal BrunoFernandes dan manajernya MichaelCarrick. Ketegangan memuncak setelah kekalahan 4‑1 dari RealMadrid di Liga Champions, ketika Fernandes menyatakan keraguannya terhadap keputusan taktis Carrick. Mantan kapten Setan Merah Paul Scholes menjadi berita utama di podcast, menyebut komentar pemain itu “tidak dapat dimaafkan” dan menyarankan agar Fernandes meninggalkan sepak bola Eropa untuk pindah ke Arab Saudi.

Scholes mengutarakan pendapatnya dalam podcast "The Good, The Bad & The Football", di mana ia mengatakan bahwa perkataan Fernandes "tidak bisa dimaafkan" dan menurutnya, sang pemain sudah tidak bisa dipercaya lagi sebagai kapten. Ia pun menyindir karier Fernandes sebaiknya berakhir di Arab Saudi, mengacu pada tawaran besar-besaran Al‑Hilal yang ditolak pada 2025. Mantan gelandang Setan Merah itu menegaskan, tidak ada pelatih atau staf yang bisa mempercayainya setelah kejadian itu.

Pernyataan Scholes memicu perdebatan sengit di media sosial dan lingkungan klub. Beberapa fans dan komentator menyatakan kekecewaannya terhadap posisi Scholes, sementara yang lain berpendapat bahwa situasi Fernandes memang rumit. Manchester United yang sedang melalui fase hasil mengecewakan baru-baru ini menegaskan kepercayaannya pada Carrick usai kekalahan melawan Bournemouth di Liga Inggris, namun ketegangan antara sang pemain dan manajer tetap tinggi.

Masa depan BrunoFernandes di United masih belum pasti. Jika klub memutuskan untuk melepaskannya, masa tinggalnya di Eropa bisa berakhir, sehingga dia terbuka terhadap kemungkinan pindah ke Arab Saudi. Saat ini, pihak klub belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masa depan sang pemain, namun situasinya masih dalam pengawasan ketat. Manchester United akan menghadapi tantangan untuk membangun kembali kohesi kelompok dan menemukan solusi yang memuaskan baik manajer maupun gelandang. Minggu depan kita akan melihat apakah klub akan mengambil tindakan nyata atau terus menangani masalah ini secara diam-diam.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita