Klub Liga Dua Fleetwood Town mengejutkan dunia sepak bola Inggris dengan menyingkirkan juara bertahan Arsenal di tahap keempat Piala Carabao. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, pertandingan dilanjutkan ke adu penalti, di mana tim asuhan Matt Lawlor menang, membawa pulang kemenangan pertama mereka melawan klub Liga Premier dalam sejarah mereka. Adegan tersebut terjadi di Stadion Highbury, sebuah venue yang hanya berkapasitas 5.000 kursi, di mana para penggemar Fleetwood merayakannya dengan teriakan dan air mata, sementara para penggemar Arsenal mundur dalam diam.

Klub yang didirikan pada tahun 1908 dan berlokasi di pinggir laut Lancashire ini telah mengalami perjalanan pertumbuhan yang luar biasa selama tiga puluh tahun terakhir. Pada tahun 1998-99 mereka masih bermain di Liga Daerah Barat Laut, setara dengan divisi sepuluh. Tahun 2010-11 sangat menentukan: klub mengubah semua pemainnya menjadi profesional penuh waktu, meski kehilangan kapten Jamie Milligan. Fleetwood sejak itu mengkonsolidasikan posisi mereka di Liga Dua, saat ini duduk di posisi ke-18 dengan tiga kemenangan dalam tiga belas pertandingan.

Salah satu elemen yang sangat menarik adalah hubungannya dengan Jamie Vardy. Mantan striker, yang dikenal karena karirnya di Leicester City dan terobosan berikutnya di Serie A bersama Cremonese, memulai karirnya di Fleetwood Town. Pada 2011-12, Vardy masih bermain untuk klub tersebut, di mana ia mencapai rekor 29 pertandingan tanpa gol. Ia kemudian dijual dengan harga sekitar 2 juta euro ke Leicester City, sebuah rekor untuk klub yang tidak tergabung dalam liga profesional. Dua tahun kemudian, Leicester memenangkan babak play-off di Wembley dan mencapai Liga Premier, sementara Fleetwood terus berjuang untuk promosi, mencapai Serie D Inggris untuk pertama kalinya pada tahun 2024.

Kemenangan melawan Arsenal benar-benar merupakan “keajaiban” bagi tim divisi empat itu, yang menunjukkan mampu bersaing dengan tim-tim papan atas. Hasil tersebut sekaligus mengukuhkan reputasi Matt Lawlor sebagai pelatih yang mampu memimpin timnya melebihi ekspektasi. Dengan Piala Carabao yang sudah di tangan, Fleetwood bersiap untuk fokus pada musim League Two, dengan tujuannya tetap promosi ke League One. Namun bagi Arsenal, kekalahan tersebut menjadi momen refleksi dalam persiapan menghadapi laga selanjutnya di Liga Inggris dan Liga Champions.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita