Milan bermain imbang 1-1 di Stadion Mapei melawan Sassuolo, namun tim Rossoneri menunjukkan kurangnya konsistensi yang membuat fans khawatir. Gol Adrien Rabiot pada menit ke-64 membawa Milan unggul, namun aksi Odenthal yang memanfaatkan sepak pojok membuat skor imbang empat menit berselang. Dengan hasil ini, Milan berada di peringkat ketiga klasemen, namun semakin kehilangan ruang dibandingkan Inter yang kini unggul empat poin.
Pelatih asal Portugal Ruben Amorim belum berhasil memberikan kejelasan identitas tim. Dia memulai pertandingan dengan empat bek, tetapi kemudian beralih ke tiga bek, memasukkan Luka Modric di lini tengah untuk Estupinan. Perhatian Amorim terutama tertuju pada Rabiot yang sudah mencetak tiga gol dan memberikan dua assist musim ini. Gelandang Malen menjadi satu-satunya pemain yang memberikan kontribusi lebih konsisten di area penalti. Namun, sikap tim terlalu pasif usai gol Milan sehingga membiarkan Sassuolo memanfaatkan tendangan sudut untuk membatalkan keunggulan.
Kondisi dua pemain kunci tersebut memprihatinkan. Matteo Gabbia, kiper AC Milan, harus ditandu setelah beberapa menit bermain, sedangkan FeddieLeysen, bek Sassuolo, ditolong dokter setelah cedera. Kedua kasus tersebut menimbulkan keraguan mengenai ketersediaan pemain untuk pertandingan mendatang.
Alberto Aquilani, pelatih Sassuolo, mengungkapkan kepuasannya atas hasil tersebut sambil menggarisbawahi bagaimana timnya mampu menghentikan tim-tim besar. Hasil imbang tersebut terjadi beberapa minggu setelah kemenangan Sassuolo melawan Juventus, yang menunjukkan ketangguhan klub Emilian tersebut. Terlepas dari performanya, teman Amorim mengkritik sikap tim setelah gol Milan, menyoroti perlunya agresi yang lebih besar dan pertahanan yang lebih solid.
Dengan hasil imbang ini, Milan tetap berada di peringkat ketiga, namun jarak dengan Inter semakin lebar. Laga berikutnya akan sangat penting untuk dipahami apakah tim mampu mengkonsolidasikan posisinya dan mengejar rivalnya. Sassuolo, di sisi lain, akan terus menunjukkan kemampuannya dalam menyulitkan tim-tim elit, menjaga harapan untuk mendapat posisi bagus di klasemen tetap hidup.
