Penobatan Ballond'Or HarryKane, yang diumumkan di London pada Senin malam, langsung memicu gelombang kontroversi. Sementara mayoritas pakar dan penggemar memuji kemenangan striker Inggris tersebut, mantan gelandang Real Madrid Guti secara terbuka menyatakan keraguannya tentang keabsahan keputusan tersebut.
Selama acara ElChiringuitoTV, Guti melontarkan kritik pedas, meningkatkan kemungkinan Ballond’Or “diatur” untuk mendukung Kane. Dia menunjuk pada pilihan London sebagai tempat upacara, menekankan bahwa kota itu terkait erat dengan sang striker dan bahwa penyerahan trofi tersebut bertepatan dengan peringatan 70 tahun Ballond'Or. Menurutnya, “itu kebetulan, kan?” dan dia mengklaim bahwa “semuanya tampak terarah.” Meski komentar-komentar tersebut masih bersifat kecurigaan, namun belum didukung oleh bukti nyata adanya manipulasi suara.
Guti pun menyinggung reaksi Kane saat hasil diumumkan. Dia melihat keterkejutan di wajah pemain tersebut, menekankan bahwa Kane tidak akan pernah membayangkan memenangkan penghargaan tersebut dan bahwa dia lebih berharap untuk melihat LamineYamal atau KylianMbappé sebagai pemenang. Menurutnya, “Anda tidak boleh memasang wajah seperti itu saat menerima Ballond’Or jika Anda berpikir Anda harus memenangkannya.” Ucapan ini menyoroti ekspektasi tinggi yang melingkupi kedua talenta muda ini, yang kini menjadi inti kontroversi yang melampaui kerangka olahraga semata.
Pernyataan Guti menuai reaksi beragam. Beberapa pendukung transparansi dalam proses tersebut melihat pernyataannya sebagai upaya untuk mempertanyakan integritas acara tersebut, sementara yang lain memuji keberaniannya dalam mengungkapkan pertanyaannya. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat yang diajukan untuk mendukung tuduhan manipulasi tersebut, dan Komite Ballond’Or belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, penobatan HarryKane tetap resmi dan diakui oleh pihak yang berwenang. Namun diskusi terus berlanjut, dan ada kemungkinan bahwa suara-suara lain akan bergabung dengan suara Guti dalam menentang hasil tersebut. Langkah selanjutnya adalah mengamati bagaimana otoritas sepak bola dan media akan bereaksi terhadap tuduhan tersebut, dan apakah penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memperjelas keadaan seputar penyerahan trofi tersebut.
