Marcus Thuram, striker Inter, mengonfirmasi kepada DAZN bahwa prioritas klub adalah "melakukan yang terbaik dan membiarkan tim menang" setelah kemenangan 3-0 melawan Parma, yang mengakhiri pertandingan dengan gol penentu.
Dalam komentarnya, pemain Prancis tersebut menegaskan kembali dedikasinya terhadap proyek Milan, menjelaskan bahwa, meski tidak dipanggil oleh tim nasional Prancis, "semua pemain ingin pergi, namun pelatih memilih cara ini". Karena itulah ia memutuskan bertahan di Milan, terus bekerja sama dengan staf dan rekan satu timnya. Keputusan ini disambut baik oleh sang pelatih, yang menggarisbawahi pentingnya kohesi kelompok pada tahap musim ini.
Dalam wawancara yang sama, Thuram memberikan pendapatnya tentang upaya tendangan overhead Mkhitaryan, dengan menyatakan bahwa menurutnya sang pemain berada dalam posisi untuk mencetak gol, namun sayangnya ia tidak mampu mencetak gol. Namun, gol Thuram mengkonsolidasikan kemenangan dan menunjukkan kemampuannya untuk berkontribusi besar terhadap hasil Inter.
Sepanjang pertandingan Inter mendominasi lapangan, dengan penguasaan bola di atas 60% dan jumlah tembakan tepat sasaran jauh melebihi Parma. Hasil tersebut membuat Inter memantapkan posisinya di klasemen Serie A, sementara Parma masih dalam fase pemulihan setelah serangkaian hasil mengecewakan. Gol Thuram, selain mengamankan tiga poin, memperkuat kepercayaan diri klub terhadap strategi menyerang yang bertumpu pada perpaduan kecepatan dan ketepatan umpan-umpan akhir.
Melihat ke depan, Inter akan terus fokus pada pendekatan seimbang antara pengalaman dan pemain muda, dengan Thuram menampilkan dirinya sebagai salah satu kunci untuk memenangkan gelar nasional dan Eropa. Klub juga memantau situasi para pemain kunci, seperti Mkhitaryan, untuk memastikan tim tetap kompetitif di semua kompetisi. Pertandingan Inter berikutnya akan melawan tim papan atas, dan tim akan berusaha mempertahankan energi dan determinasi yang membawa kemenangan melawan Parma.
