Brighton mengamankan kemenangan 2‑1 yang diraih dengan susah payah atas Sunderland di Stadium of Light, menjaga posisi ketiga mereka di Liga Premier tetap utuh. Pertandingan tersebut, yang membuat tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain setelah mendapat kartu merah di babak kedua, berakhir dengan perolehan poin Brighton meningkat menjadi 13, selangkah lebih dekat ke posisi empat besar yang menentukan musim klub.

Pertandingan dimulai dengan hati-hati, dengan kedua belah pihak kesulitan menciptakan peluang bersih di babak pertama. Manajer Sunderland, Régis LeBris, tampak gelisah di kotak direktur, sementara pemilik Sunderland Kyril Louis‑Dreyfus, yang mengambil peran sebagai kepala eksekutif setelah kepergian Tom Burwell, menyaksikan skor dengan perasaan lega dan prihatin. Satu-satunya kemenangan Sunderland musim ini dan empat poin mereka dari tiga pertandingan membuat mereka berada dalam posisi genting saat mereka bersiap untuk pertandingan Liga Europa melawan Torreense.

Gol pertama Brighton tercipta pada menit ke-68 ketika Jaouen Hadjam melepaskan tembakan keras melewati kiper Robin Roefs, membuat penonton tuan rumah heboh. Gol tersebut disusul gol kedua dari Enzo LeFée yang menunjukkan kepiawaiannya dengan penyelesaian cekatan yang membuat pertahanan Sunderland keropos. Meski sempat unggul lebih dulu, pertandingan berubah secara dramatis ketika Pascal Struijk dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-74 setelah melakukan pelanggaran di babak kedua. Pemecatan itu membuat Brighton hanya punya sepuluh pemain, tetapi ketenangan tim dan disiplin taktis memungkinkan mereka mempertahankan keunggulan.

Serangan Sunderland terhambat oleh cedera dan kesalahan taktik. Wilson Isidor, menggantikan Brian Brobbey yang cedera, dan Thomas Meunier kesulitan menemukan ruang, sementara masuknya Malick Fofana di sayap kiri memaksa Nilson Angulo bergeser ke kanan. Kelemahan pertahanan terungkap ketika Dan Ballard gagal menghalau umpan terobosan dari Pascal Gross, yang kemudian memberikan assist kepada Maxim DeCuyper untuk tembakan rendah pertama kali yang menaklukkan Roefs. Meskipun gol tersebut merupakan hiburan bagi Sunderland, gol tersebut menyoroti kelemahan pertahanan yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan pertandingan.

Pertandingan ini juga menampilkan kontroversi off-side dan tinjauan VAR, termasuk keputusan kontroversial yang menyebabkan dikeluarkannya Struijk. Meski kalah jumlah, soliditas pertahanan dan permainan strategis Brighton memungkinkan mereka bertahan untuk meraih kemenangan. Hasil ini membuat Sunderland menghadapi kesulitan saat mereka berkumpul kembali untuk pertandingan Liga Europa mendatang, sementara Brighton terus membangun momentum untuk mengejar finis empat besar.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita