Milan mengklaim kemenangan dominan 4-0 melawan Salzburg di Liga Europa, dengan Alphadjo Cisse mencetak hat-trick dan Gonçalo Ramos menyegel kesepakatan. Kemenangan tersebut menjadi penentu selisih gol, faktor krusial dalam turnamen yang hanya memiliki delapan hari pertandingan. Hasil tersebut menegaskan soliditas tim Rossoneri dan menyoroti kinerja beberapa pemain kunci, khususnya pemain Inggris Hutchinson, yang mengejutkan semua orang dengan kontribusi ofensifnya.
Salzburg menunjukkan pertahanan yang rapuh dan kurangnya konsistensi menyerang. Zawieschitzky mendapat rating 6, namun tak mampu mencegah gol Rossoneri. Morgalla memiliki persentase pelanggaran yang tinggi, sementara Drexler dan Boma berusaha menahan tekanan, namun tak mampu menghentikan aksi Milan. Bek lainnya, seperti Zabransky dan Schmid, kesulitan mengatur kehadiran Cisse dan Hutchinson, sementara lini tengah Austria kesulitan menciptakan ruang. Pelatih Rohl mendapat nilai 5, menyoroti disparitas kualitas dibandingkan Milan.
Di lini depan, Milan menunjukkan efisiensi tinggi. Maignan tampil solid, sedangkan Tomori terbukti menjadi bek sayap yang efektif. Pemain Inggris Terracciano dikeluarkan dari lapangan karena melakukan pelanggaran, tetapi kehadirannya masih signifikan. De Winter memulai pertandingan dengan penyelesaian yang sangat baik, sementara Pavlovic menjaga pertahanan dengan baik. Hutchinson mendapat rating tertinggi, dengan 7,5 poin, berkat kemampuannya menciptakan peluang dan menyumbang dua dari tiga gol. Jashari dan Rabiot berperan penting dalam membangun permainan, sementara Modric, setelah 15 tahun, kembali ke Liga Europa. Bartesaghi dan Loftus‑Cheek menunjukkan permainan yang bagus dan kontribusi ofensif, sementara Cisse mendapat rating tertinggi, dengan 9 poin, atas hat-trick dan kemampuannya menciptakan peluang. Amorim mendapat rating 7, menyoroti kemampuannya memimpin tim menuju kemenangan.
Kemenangan Milan merupakan langkah penting dalam kampanye Eropa mereka, namun tim masih menghadapi tantangan besar lainnya. Salzburg, di sisi lain, harus meninjau kembali strategi pertahanan mereka dan meningkatkan koherensi ofensif mereka. Pertandingan Milan berikutnya akan menentukan posisi mereka di tabel liga dan kemampuan mereka untuk terus bersaing di tingkat Eropa.
