Manchester City menderita kekalahan kandang 4‑2 dari Paris Saint‑Germain di babak penyisihan grup Liga Champions UEFA di Stadion Etihad, hasil yang membuat pendukung dan manajemen klub terkejut. Serangan tim Perancis terlihat jelas, dengan Désiré Doué mendominasi pertahanan City dan Vitinha memberikan performa klinis yang membuatnya mendapatkan pujian dari para pakar. Para pemain bintang City, termasuk Enzo Fernández (£125 juta) dan Elliott Anderson (£116 juta), tampaknya kesulitan menemukan ritme, dan kekompakan tim tampaknya terurai seiring berjalannya pertandingan.

Kekalahan tersebut sangat kontras dengan suasana malam sebelumnya di Etihad, di mana mantan manajer PepGuardiola kembali ke klub untuk kunjungan singkat. Guardiola yang sedang menjalani cuti panjang terlihat memberikan dukungan kepada pemilik klub dan menegaskan kembali komitmennya terhadap tim. Meski tidak mengomentari pertandingan tersebut, kehadirannya disambut baik oleh para penggemar yang mengkritik penampilan klub belakangan ini. Sementara itu, mantan duta besar City Joleon Lescott memberikan komentar untuk TNT Sports dan memberikan pandangannya mengenai kekalahan tersebut.

Meski mengalami kemunduran, pertandingan Liga Premier lainnya menawarkan titik terang. Aston Villa menghancurkan Fenerbahce 6‑0 di Europa Conference League, sementara pemain Liverpool Bradley Barcola mencetak hat‑trick dalam kemenangan 6‑3 atas rival Fenerbahce. Real Madrid meraih kemenangan dramatis 4‑3 melawan Roma di Liga Champions, dengan pertandingan yang menampilkan comeback terlambat yang menyoroti ketahanan tim. Manajer JoséMourinho menggunakan konferensi pers pasca pertandingan untuk mengkritik keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol yang melarang Vinícius Júnior selama empat pertandingan menyusul kartu merah melawan Villarreal. Mourinho mengungkapkan rasa frustrasinya atas waktu pengumuman yang menurutnya terjadi beberapa jam sebelum pertandingan Madrid melawan Roma.

Kekalahan dari PSG menimbulkan pertanyaan tentang pendekatan taktis dan kedalaman skuad City. Analis menunjukkan perlunya struktur pertahanan yang lebih kuat dan integrasi pemain baru yang lebih baik. Manajemen City kemungkinan akan meninjau pertandingan tersebut secara mendetail saat mereka mempersiapkan pertandingan mendatang, sementara kembalinya Guardiola menunjukkan fokus baru untuk membangun kembali kepercayaan diri dalam skuad.

Ke depan, City akan menghadapi serangkaian laga menantang baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Kepemimpinan klub perlu mengatasi kelemahan pertahanan yang terjadi saat melawan PSG, sekaligus menjaga momentum di Liga Premier. Hasil pertandingan berikutnya akan sangat penting bagi ambisi City untuk mengamankan tempat di Liga Champions dan memulihkan kepercayaan di antara para pendukungnya.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita