Luis Figo, juara Portugal dan pemenang Ballon d'Or tahun 2000, memberikan wawancara eksklusif kepada DAZN pada upacara penghargaan tahun 2026 di London Palladium. Mantan gelandang ini, yang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Inter, berbagi refleksinya mengenai nilai pengakuan dan hubungannya dengan klub Nerazzurri.
Dalam pidatonya, Figo menggarisbawahi pentingnya upacara penghargaan tersebut, dan menyebutnya sebagai "yang paling penting dalam dunia sepak bola". Ia mengungkapkan harapannya untuk malam yang menyenangkan dan mengakui bahwa semua kandidat pantas menang karena alasan yang berbeda-beda, sehingga membuat pilihan menjadi sangat sulit. “Sulit untuk memilih pemenang ketika semua nominasi memiliki prestasi yang sah,” katanya, menyoroti tingkat persaingan yang luar biasa di antara para pemain paling bertalenta di kancah internasional.
Sedangkan untuk Inter, Figo mengaku terus mengikutinya dan menyimpannya dalam hati. “Saya selalu mengikuti Inter, itu ada dalam hati saya,” katanya, menunjukkan rasa hormat yang mendalam terhadap tim yang melihatnya berkembang. Ia pun mengungkapkan pemikiran positifnya terhadap bek Italia Alessandro Chivu, menyebutnya sebagai teman baik dan mendoakan yang terbaik untuknya. “Pelukan untuk para fans Nerazzurri,” tutupnya, menunjukkan rasa sayangnya kepada para pendukung klub.
Wawancara tersebut sesuai dengan konteks yang lebih luas dari komentar Figo mengenai sepak bola kontemporer, termasuk kritik terhadap presiden FIFA Gianni Infantino dan pengamatannya terhadap masa depan Real Madrid dan Real Madrid. Namun, pernyataan utamanya tetap berupa penegasan kecintaannya pada Inter dan keinginannya untuk melihat klub terus sejahtera.
Dengan berakhirnya upacara Ballon d'Or, Figo bersiap menikmati malam itu dan terus mengikuti evolusi sepakbola dunia. Kesaksiannya sekali lagi menggarisbawahi ikatan tak terpisahkan antara mantan pemain tersebut dan klub, serta perannya sebagai duta sepak bola di tingkat global.