Pada malam tanggal 26 Oktober, Liga Turki menyaksikan suasana panas antara dua tim yang tampil di derby Turki, Galatasaray dan Fenerbahce, yang berakhir dengan kemenangan Galatasaray 2-1, namun hasil tersebut hanyalah awal dari intensifikasi konflik di dalam dan di luar lapangan. Galatasaray meraih kemenangan yang menentukan atas harem tradisionalnya berkat gol brilian yang dicetak oleh striker Nigeria bernama Victor Osimhen di babak pertama, memberikan tim pengakuan yang dibutuhkan dalam perebutan posisi teratas. Di babak kedua, Fenerbahce mencoba mengubah jalannya pertandingan, mencetak satu-satunya gol mereka berkat gol berani Lakhwaji di menit ke-62, namun mereka tidak berhasil membalikkan skor.
Usai peluit akhir, terjadi konflik timbal balik antara pemain kedua tim di dalam kotak hijau, saat para pemain terlibat dialog intens dan terkadang mulai saling pukul. Acara ini menunjukkan intensitas persaingan antara kedua tim, karena pertandingan kehilangan karakter olahraganya dan berubah menjadi perkelahian yang intens, yang membuat marah para penggemar dan penyelenggara. Seorang pengamat mencatat bahwa adegan tersebut sangat kacau, dengan para pemain terlihat saling bertukar pukulan, sehingga meningkatkan risiko cedera serius.
Perlu diketahui, Galatasaray tampil luar biasa di babak ini karena mampu mempertahankan keunggulan atas Fenerbahce sehingga memperkuat posisi mereka di puncak klasemen. Di sisi lain, Fenerbahce masih kesulitan mengalahkan pesaingnya, dan perlu meningkatkan performanya di laga mendatang. Patut dicatat juga bahwa pertandingan ini diadakan dalam rangka persaingan ketat untuk memperebutkan tempat pertama Liga Turki, di mana tim-tim besar bersaing untuk merebut gelar.
Menanggapi kejadian ini, otoritas olahraga memberikan peringatan keras terhadap segala perilaku yang melanggar aturan perilaku olahraga, dan berjanji akan mengambil tindakan disipliner terhadap para pemain yang terlibat tawuran. Investigasi menyeluruh juga diharapkan dilakukan untuk menentukan tanggung jawab dan menerapkan sanksi yang sesuai, termasuk skorsing para pemain yang terlibat atau mengenakan denda finansial. Sementara itu, Galatasaray diperkirakan akan terus melanjutkan performa kuatnya di liga, sementara Fenerbahce akan berusaha mendapatkan kembali keseimbangannya di pertandingan mendatang.