LOSC memenangkan Derby Utara melawan RCLens dengan skor 1-0, berkat gol Olivier Giroud yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Lens. PierreMénès, analis dan konsultan, merinci kemenangan tim Lille-nya selama wawancara yang disiarkan di saluran YouTube-nya. Menurutnya, pertemuan tersebut diwarnai dengan dominasi LOSC baik secara taktik maupun di lapangan, sedangkan Lensois kesulitan menampilkan permainan seperti biasanya.
Gol penentu tercipta setelah sepakan Nabil Bentaleb yang gagal diselamatkan kiper Lens, sehingga memberi peluang bagi Giroud untuk mencetak gol. Ménès mengkritik cara bek Risser menangani situasi tersebut, dengan menunjukkan bahwa pemain tersebut seharusnya memblokir atau membersihkan bola lebih jauh untuk mencegah Giroud mencetak gol. Ia menambahkan, skor pembuka ini mencerminkan keunggulan LOSC yang mendominasi pertandingan baik secara fisik maupun taktik.
Dalam analisisnya, Ménès memuji performa LOSC sebagai salah satu yang terbaik musim ini, sekaligus menggambarkan performa Lens mengecewakan. Dia mencatat bahwa Lensois tidak mampu menyelesaikan dua umpan sederhana, yang memungkinkan LOSC mengendalikan permainan. Konsultan juga menuding FlorianThauvin, salah satu pemain kunci RCLens, menganggapnya tidak layak untuk mendukung timnya dalam derby ini. Ia menyebut penampilan Thauvin “non-match” dan menegaskan hal itu merusak citra tim di laga penting tersebut.
Kekalahan 1-0 ini menyisakan perasaan pahit bagi pendukung Lensois, pasalnya pertemuan tersebut menyoroti dominasi LOSC dan kelemahan RCLens. Ménès menggambarkan performa Lens sebagai “menyakitkan”, menekankan bahwa tim harus segera mempertanyakan diri mereka sendiri agar tidak mengulangi performa ini di pertandingan berikutnya. LOSC, pada bagiannya, mempertahankan keunggulannya di peringkat teratas dan terus menegaskan statusnya sebagai pesaing serius untuk Liga Champions.
