FCNantes sekali lagi menjadi pusat perdebatan klub, setelah kegagalan negosiasi pengambilalihan yang dipimpin oleh Paulo Tavares. Pada 12 Mei, Presiden WaldemarKita mengumumkan berakhirnya proses penjualan klub melalui siaran pers resmi, sehingga mengakhiri harapan pengambilalihan oleh grup asal Portugal tersebut. Keputusan ini sontak menghidupkan kembali pertanyaan suporter mengenai masa depan klub.
Sejak persidangan dimulai, para penggemar telah mengungkapkan perasaan campur aduk. Ada yang merasa lega karena operasi tersebut tidak berhasil, ada pula yang menyayangkan tidak adanya solusi konkrit. Saluran “Sans Control” melakukan survei di antara para pendukung untuk mengumpulkan pendapat mereka. Di antara empat jawaban yang diajukan, mayoritas memilih “Cepat, pembeli lain” dengan 80,1% suara, yang menyoroti pentingnya proposal baru. Hanya 13,2% peserta menyatakan lega atas kegagalan Tavares, sedangkan “Fiuh! Kami menjaga Kita” dan “Dommage” masing-masing mengumpulkan 3,4% dan 3,3%.
Mayoritas yang kuat ini menunjukkan bahwa berakhirnya perundingan tidak berarti berakhirnya proses pemulihan. Para pendukung masih menunggu investor baru untuk maju dan WaldemarKita siap membuka kembali diskusi. Klub belum mengumumkan calon potensial, namun tekanan dari fans dan kebutuhan untuk menstabilkan situasi keuangan klub tetap kuat.
Pada tahap ini, masih harus dilihat apakah pembeli baru akan datang dan apakah presiden perusahaan manajemen klub akan setuju untuk melanjutkan negosiasi. Oleh karena itu, pendukung Nantes mengharapkan perkembangan yang cepat, dan yakin bahwa pemulihan sangat penting untuk menjamin keberlanjutan klub dan daya saing tim. Babak selanjutnya dalam kisah ini akan bergantung pada tindakan pemerintah dan kemungkinan kedatangan investor yang siap mengambil kendali FCNantes.
