Pertandingan Liga Champions antara Roma dan Real Madrid akan diadakan di Olimpico di Roma pada tanggal 14 Oktober, dengan wasit dipercayakan kepada orang Prancis François Letexier. Keputusan tersebut diambil oleh UEFA dan dipublikasikan pada 12 Oktober, mengingat persaingan sengit antara kedua tim dan kembalinya José Mourinho ke Olimpico, di mana ia akan memainkan pertandingan pertamanya di Liga Champions. Dengan Letexier sebagai wasit utama, rekan senegaranya Cyrill Mugnier dan Mehdi Rahmouni akan berada di lapangan, sedangkan Bastien Dechepy akan bertindak sebagai ofisial keempat. Namun di VAR, pemain Belanda Dennis Higler dan Pol van Boekel akan berperan sebagai AVAR.
Pilihan Letexier telah memicu diskusi di Spanyol, terutama karena ketegangan yang terjadi saat terakhir kali pelatih asal Portugal itu bertemu dengan wasit asal Prancis. Pada 17 Februari, semasa pusingan 32 Liga Juara-Juara antara Benfica dan Real Madrid, Mourinho masih berada di bangku cadangan Portugal dan menderita pengusiran Letexier karena protes. Episode tersebut muncul setelah adanya dugaan penghinaan yang dilakukan Vinicius kepada pemain Portugal Prestianni, yang berujung pada larangan bermain enam pertandingan bagi penyerang asal Argentina tersebut. Letexier, setelah menunjukkan dua kartu kuning berturut-turut pada menit ke-85, mengeluarkan Mourinho yang ditarik keluar lapangan oleh rekan-rekannya. Episode tersebut berakhir dengan perdebatan sengit antara manajer dan wasit, dengan Mourinho menuduh Letexier telah "menandai pemain yang seharusnya tidak menerima kartu kuning". Pemain Portugal itu kemudian didiskualifikasi untuk pertandingan kedua di Madrid, dengan menyatakan dalam konferensi pers bahwa ia berharap tidak "diusir" oleh wasit sendiri.
Kembalinya Mourinho ke Olimpico adalah bagian dari periode ketegangan yang sudah ada antara pelatih dan wasit, terutama setelah pertandingan terakhir Real Madrid di kejuaraan. Pada kesempatan itu, diskualifikasi Vinicius, pembatalan satu gol, dan kartu merah karena mencabut rambut Saliba membuat Mourinho bungkam, menyatakan tak ingin membicarakan apa yang terjadi dan ingin berkonsentrasi pada laga berikutnya melawan Sevilla dan Barcelona. Oleh karena itu, pemilihan Letexier untuk pertandingan melawan Roma dipandang oleh sebagian orang sebagai langkah menuju netral, meskipun ketegangan antara kedua pemain masih tetap ada.
Bagi Roma, laga melawan Real Madrid merupakan kesempatan krusial untuk memantapkan posisi mereka di babak penyisihan grup dan menunjukkan daya saing melawan salah satu tim tersukses di Eropa. Real, di sisi lain, bertujuan untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri setelah kekalahan baru-baru ini melawan Sevilla dan mengkonsolidasikan posisinya di tabel Liga Champions. Bagaimanapun, wasit Letexier akan menjadi sorotan, dengan para penggemar bertanya-tanya apakah kehadirannya akan menghindari kontroversi lebih lanjut dan memastikan permainan adil dan transparan. Pertandingan tersebut, yang dijadwalkan pada pukul 9 malam, menjanjikan akan menjadi pertandingan tingkat tinggi, dengan kedua tim bertujuan untuk menulis halaman penting dalam sejarah Eropa mereka.
