Andrea Stramaccioni, pelatih Inter, menanggapi pertanyaan dari Gazzetta dello Sport tentang pertandingan berikutnya melawan Fiorentina, dengan menyoroti pentingnya pertandingan tersebut untuk klasemen. Menurut sang pelatih, laga tersebut krusial karena Roma akan menjalani laga langsung yang sulit di Napoli, sedangkan Lazio tak lagi unggul secara kebetulan. “Kami harus menghadapi pertandingan dengan intensitas dan rasa lapar,” kata Stramaccioni, menggarisbawahi perlunya menjaga tekanan tetap tinggi.
Dari segi ofensif, Stramaccioni kembali menegaskan bahwa meski Lautaro Martinez absen, tim berada dalam kondisi prima. Ia memuji Marcus yang menjalani musim cemerlang dan menyoroti kualitas Pio Esposito, Bonny, dan Thuram. “Pio kini menjadi striker tingkat internasional yang banyak bermain untuk rekan satu timnya,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Bonny, meski jarang disebutkan, adalah pemain andal yang bisa menjadi starter di tim Serie A mana pun. Absennya Lautaro, menurut sang pelatih, menambah tanggung jawab seluruh pemain di lini serang.
Soal gol tersebut, Stramaccioni angkat bicara soal kemungkinan debut Provedel. Ia mengakui kesulitan yang dihadapi Pepo, namun juga mengingat intervensi tegas yang dilakukannya, seperti saat melawan Shakhtar dan Roma. “Jika peluang untuk Provedel muncul, itu akan menjadi pilihan yang tepat, tapi bagi saya pemain asal Spanyol itu tetap menjadi starter,” pungkas sang pelatih.
Oleh karena itu, pertandingan berikutnya melawan Fiorentina merupakan peluang mendasar bagi Inter, yang harus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan klub-klub papan atas dan mengkonsolidasikan posisi mereka di tabel liga. Hasil pertandingan ini akan mempengaruhi strategi dan komposisi tim pada pertandingan Serie A selanjutnya.
